Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Infodemi terkait Covid-19 Marak, IDI: Jangan Anggap Enteng Wabah

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menegaskan Covid-19 sangat berbahaya lantaran menyebar dengan cepat ke seluruh dunia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Juli 2020  |  19:15 WIB
Ketua Umum PB IDI dr Daeng M Faqih saat diwawancarai awak media massa di Jakarta, Kamis (13/2/2020).  - Antara\n\n
Ketua Umum PB IDI dr Daeng M Faqih saat diwawancarai awak media massa di Jakarta, Kamis (13/2/2020). - Antara\\n\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) turut mengomentari maraknya infodemi terkait virus corona (Covid-19) belakangan ini. Organisasi profesi itu pun mengimbau masyarakat Indonesia agar tidak meremehkan bahaya wabah tersebut.

Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Daeng M Faqih, menegaskan bahwa Covid-19 berbahaya lantaran dapat menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Apalagi, Daeng menyebut hingga saat ini sudah ada 63 dokter yang dilaporkan terkena Covid-19.

"Iya sebaiknya kita tetap hati-hati dan tidak menganggap enteng. Secara logika sederhana, kalau tidak berbahaya tidak mungkin Covid-19 menjadi pandemi menyebar cepat ke seluruh dunia," kata kepada Antara di Jakarta pada Senin (20/7/2020).

IDI, melalui Humas PB IDI Abdul Halik Malik, juga mengimbau masyarakat agar tak mudah percaya pada berita yang tidak memiliki sumber yang jelas. Menurutnya, literasi informasi sangat penting untuk masyarakat.

Pasalnya, penyebaran infodemi berupa informasi negatif, hoaks dan misinformasi terbilang cepat sekali.

"Sosialisasi dan edukasi perlu terus dilakukan oleh otoritas setempat dengan melibatkan para ahli. Siapa pun ketika menerima informasi atau hendak memberikan informasi, pastikan untuk disaring dulu sebelum sharing, agar terhindar dari infodemi di tengah pandemi," kata Abdul.

Dia mengingatkan bahwa bila masyarakat meragukan suatu informasi, sebaiknya langsung ditanyakan kepada otoritas atau sumber informasi yang akurat dan terpercaya.

"Belakangan ini bukan hanya pandemi corona yang berbahaya, infodemi seputar kesehatan juga tidak kalah berbahaya, oleh karena itu para pihak diminta agar memberi kabar yang benar," kata dr Abdul.

Seperti diketahui, musisi bernama lengkap Erdian Aji Prihartanto belakangan ini menuai kontroversi usai mengomentari foto jenazah Covid-19 karya fotografer Joshua Irwandi untuk National GeographicAnji dinilai meremehkan virus coronaCovid-19, yang belakangan jumlah kasusnya terus melonjak.

"Saya percaya cvd (COVID-19) itu ada. Tapi saya tidak percaya bahwa cvd semengerikan itu," tulis Anji dalam akun Instagramnya.

Meski demikian, pelantun lagu 'Dia' itu belakangan mengklarifikasi pernyataan dia.

Melalui akun Twitter pribadinyaAnji mengatakan bahwa polemik yang terjadi atas komentarnya itu karena perbedaan sudut pandang dirinya dalam melihat viralnya foto Joshua Irwandi.

"Ini adalah tentang perbedaan sudut pandang. Saya membaca viralnya foto Joshua Irwandi dari banyak akun besar dengan pola caption yang seragam," tulis Anji dalam akun Twitter pribadinya, Senin (20/7/2020).

Anji juga mengatakan tidak pernah mendeskriditkan profesi Joshua Irwandi sebagai fotografer National Geographic dan pewarta foto lain dalam bertugas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ikatan dokter indonesia Virus Corona covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top