Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IMF Sentil AS Terkait Pemberian Stimulus Fiskal

IMF meminta AS menambah stimulusnya untuk membantu negara itu terhindar dari tekanan besar pada perekonomiannya akibat pandemi Covid-19
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Juli 2020  |  02:23 WIB
Kantor pusat Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington D.C., AS -  Bloomberg / Andrew Harrer
Kantor pusat Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington D.C., AS - Bloomberg / Andrew Harrer

Bisnis.com, JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) meminta Amerika Serikat untuk bertindak cepat dalam mengimplementasikan kebijakan fiskal lain, untuk mempercepat pemulihan dari pandemi Covid-19 di ekonomi terbesar dunia.

"AS memiliki ruang fiskal dan harus dikerahkan dengan cepat untuk mempercepat pemulihan dari kontraksi kuartal kedua, dengan cara meningkatkan jaring pengaman sosial, dan memfasilitasi pemulihan ekonomi AS yang lebih luas," kata IMF dalam pernyataan resminya, seperti dikutip dari Bloomberg, Sabtu (18/7/2020).

Pernyataan IMF memperkuat kekhawatiran bahwa berakhirnya beberapa program stimulus di AS dalam beberapa pekan mendatang. Namun dengan masih terus fluktuatifnya angka penularan Covid-19 di negara tersebut, dikhawatirkan dapat mengganggu proses pemulihan ekonomi AS.

Dengan angka pengangguran masih di atas level sebelum pandemi alias tertinggi dalam lebih dari tujuh decade terakhir, perekonomian AS berisiko mengalami pukulan dan tekanan dalam waktu yang panjang. IMF memprediksikan tingkat pengangguran rata-rata AS akan menembus 9,7 persen pada kuartal keempat 2020 atau hampir tiga kali lipat dari capaian pada 2019.

Selain menyarankan adanya penambahan stimulus fiskal, IMF juga melihat Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) masih memiliki ruang untuk menambah stimulus dari sisi moneter. Salah satunya dengan mempertahankan suku bunga  mendekati nol hingga angka inflasi naiik di atas 2 persen.

IMF dalam laporannya mencantumkan sejumlah risiko yang dapat dialami oleh AS apabila pandemi Covid-19 mengalami peningkatan di negara tersebut. Risiko itu antara lain peningkatan angka kemiskinan, kenaikan tingkat utang dan inflasi yang terlampau rendah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat imf covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top