Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tim Ekonomi Thailand Ajukan 'Resign', Ada Apa Ya?

Empat menteri penting di kabinet Perdana Menteri Prayuth Chan-Ocha mengundurkan diri. Dari empat pejabat tersebut, di antaranya adalah Menteri Keuangan Uttama Savanayana dan Wakil Perdana Menteri Somkid Jatusripitak.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 16 Juli 2020  |  11:06 WIB
Suasana Bangkok, Thailand, pada 19 Juni 2020./Antara - Reuters
Suasana Bangkok, Thailand, pada 19 Juni 2020./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Tim ekonomi Thailand mengundurkan diri di tengah tekanan dampak Covid-19 di Negeri Gajah Putih tersebut.

Menteri Keuangan Uttama Savanayana dan Wakil Perdana Menteri Somkid Jatusripitak yang bertanggung jawab atas sektor ekonomi telah menyatakan akan mengundurkan diri dari jabatanya.

Adapun, kabar pengunduran diri dua tokoh penting tersebut belum mendapatkan respon yang jelas dari pemerintah Thailand.

Namun, kabar ini sebenarnya telah beredar sejak 15 Juli 2020. Dikutip dari The Edge Markets, empat menteri dari kabinet Thailand akan mengirimkan surat pengunduran diri pada 16 Juli 2020.

Hal tersebut diungkapkan oleh Savanayana. Selain dua menteri tersebut, dua pejabat lainnya yang mengundurkan adalah Menteri Energi Sontirat Sontijirawong, dan Menteri Pendidikan Tinggi Suvit Maesincee.

Selain itu, Wakil Sekjen Perdana Menteri Kobsak Pootrakool juga berencana untuk berhenti dari jabatanya. Perdana Menteri Prayuth Chan-Ocha pekan lalu menegaskan bahwa pembicaraan tentang perombakan kabinet telah dimulai di tengah krisis ekonomi.

Kabinet baru harus berurusan dengan ekonomi yang menghadapi kontraksi paling tajam dalam lebih dari dua dekade.

Ekonomi Thailand yang bergantung pada pariwisata dan perdagangan tengah bersiap untuk menghadapi salah satu kontraksi ekonomi terburuk di Asia tahun ini, setelah pandemi Covid-19 melukai dua sektor strategis tersebut.

Bank sentral Thailand memperkirakan produk domestik bruto (PDB) akan menyusut dengan rekor 8,1 persen.

Reshuffle kabinet ini akan menjadi yang pertama bagi pemerintah Prayuth setelah mulai menjabat pada 2019.Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-Ocha mengonfirmasi bahwa pekan ini dirinya tengah melakukan diskusi dengan jajaran kabinetnya terkait kemungkinan reshuffle.

"Kami sedang menghadapi krisis ekonomi. Kami harus terus bekerja. Aku harap rakyat percaya dengan sistem yang saya buat, karena siapapun yang datang dan pergi, mereka harus mengikuti aturan main saya," tutur Prayuth, dikutip dari Bloomberg Kamis (9/7/2020).

Sejak awal pekan, media-media di Thailand terus menggembar-gemborkan bahwa perombakan kabinet besar-besaran bakal terjadi. Diskursus tersebut muncul lantaran 4 orang yang kini menjabat sebagai menteri di kabinet Prayuth hampir pasti memutuskan keluar dari Partai Pemerintah Palang Pracharath (PPPRP).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

thailand Reshuffle Kabinet
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top