Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menkeu Australia: Angka Pengangguran Efektif Hampir Dua Kali Lipat Data Resmi

Menteri Keuangan Australia Josh Frydenberg mengatakan tingkat pengangguran efektif saat ini mencapai 13,5 persen, jauh berbeda dari angka resmi yang mencapai 7,1 persen.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  11:41 WIB
Kegiatan konstruksi gedung di Australia -  Bloomberg
Kegiatan konstruksi gedung di Australia - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Tingkat pengangguran efektif di Australia, yang juga mencakup orang-orang yang memilih untuk tidak mencari pekerjaan karena kontraksi ekonomi hampir dua kali lipat dari angka pengangguran resmi

Menteri Keuangan Australia Josh Frydenberg mengatakan tingkat pengangguran efektif saat ini mencapai 13,5 persen, jauh berbeda dari angka resmi yang mencapai 7,1 persen.

"Angka tersebut adalah sejumlah besar orang yang mencerminkan tantangan ekonomi yang kita lihat sekarang,” ungkap Frydenberg di Melbourn, Kamis pekan lalu (9/7/2020).

Pengangguran akan lebih tinggi jika jumlah orang di luar angkatan kerja ikut dihitung. Ekonomi Australia jatuh ke dalam resesi pada paruh pertama tahun ini, sekaligus mengakhiri ekspansi hampir tiga decade berturut-turut.

Kementerian Keuangan, yang menyediakan analisis ekonomi dan mengembangkan kebijakan untuk Frydenberg, memperkirakan pengangguran resmi akan naik menjadi 8 persen pada kuartal III/2020.

“Kami telah mencatat pengurangan jam bekerja secara signifikan dalam beberapa bulan sejak pandemi Covid1-19 pertama kali melanda di Australia. Secara global, Negara lain juga mencatat hal yang sama,” ujar Frydenberg, seperti dikutip Bloomberg.

"Ini  hanya mencerminkan tantangan ekonomi besar yang kita hadapi dan dampaknya pada tingkat pengangguran," lanjutnya.

Tingkat pengangguran resmi telah ditekan oleh orang-orang yang menyerah mencari pekerjaan, ditandai dengan penurunan tajam tingkat partisipasi. Selain itu, program JobKeeper yang membayar subsidi upah kepada pekerja juga turut menekan angka tersebut.

Sebelum rilis data tenaga kerja Kamis pekan ini, ekonom memperkirakan angka pengangguran naik tipis menjadi 7,2 persen pada Juni karena banyak orang kembali mencari pekerjaan. Perkiraan lonjakan perekrutan mencerminkan penghapusan pembatasan dan pembukaan kembali ekonomi selama bulan tersebut.

Negara bagian Victoria, yang menjadi penyumbang terbesar kedua untuk produk domestik (PDB) bruto, memberlakukan kembali lockdown setelah lonjakan infeksi Covid-19 melanda ibukota negara bagian, Melbourne.

Frydenberg akan menyampaikan paparan fiskal dan ekonomi pada 23 Juli yang akan menguraikan rencana pemerintah untuk stimulus yang berkelanjutan. Paparan ini disampaikan menjelang berakhirnya program-program seperti JobKeeper dan JobSeeker sertal kenaikan pembayaran kesejahteraan sementara para pengangguran pada bulan September.

“Akan ada dukungan pendapatan tahap kedua. Ini akan diatur oleh prinsip-prinsip yang sama yang telah menetapkan langkah-langkah ekonomi kita sampai saat ini, yaitu bahwa dukungan kami akan ditargetkan, akan bersifatr sementara, dirancang berdasarkan sistem yang ada, serta akan didorong oleh permintaan,” kata Frydenberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

australia pengangguran
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top