Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ketua Gugus Tugas Sebut Masih Ada yang Anggap Wabah Corona Konspirasi

Doni menyayangkan mereka yang masih menganggap pandemi Covid-19 ini sebagai rekayasa belaka.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  14:00 WIB
Petugas medis mengenakan alat pelindung diri mendorong ranjang beroda tempat pasien berstatus dalam pengawasan corona menuju ruang isolasi RSUD dr. Iskak di Tulungagung, Jawa Timur, pada Jumat (13/3/2020). - Antara
Petugas medis mengenakan alat pelindung diri mendorong ranjang beroda tempat pasien berstatus dalam pengawasan corona menuju ruang isolasi RSUD dr. Iskak di Tulungagung, Jawa Timur, pada Jumat (13/3/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Doni Monardo mengatakan masih banyak masyarakat Indonesia yang masih menganggap pandemi Covid-19 yang disebabkan Virus Corona merupakan bagian dari konspirasi.

Karena itu, ia mengatakan pemerintah akan terus menggelar sosialisasi untuk memastikan masyarakat sadar tingginya bahaya virus ini.

"Masih ada sejumlah pihak yang menganggap ini konspirasi, Covid ini rekayasa," ujar Doni usai rapat terbatas di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (13/7/2020).

Doni menyayangkan mereka yang masih menganggap pandemi Covid-19 ini sebagai rekayasa belaka. Padahal, ia mengatakan korban jiwa di Indonesia saja sudah melampaui angka 3.500 orang. Bahkan di dunia sudah melampaui angka 550 ribu jiwa.

"Jadi ini nyata, ini fakta. Oleh karenanya semua pihak harus betul-betul memahami ini," kata Doni.

Karena itu, dalam menyampaikan sosialisasi, ia menyebut pemerintah akan melibatkan seluruh komponen dengan kearifan lokal dan juga tokoh-tokoh masyarakat. Selain itu, ilmuwan di bidang sosial juga akan dilibatkan, seperti antropolog, ahli kependudukan, hingga sosiolog.

"Menyampaikan pesan-pesan bahwa Covid ini ibaratnya, mohon maaf, ibaratnya adalah malaikat pencabut nyawa bagi mereka yang rentan," kata Doni.

Doni Monardo menegaskan untuk menghindari angka kematian juga, kesadaran kolektif masyarakat sangat diperlukan. Tujuannya agar pesan tentang bahaya covid ini betul-betul bisa dipahami oleh seluruh komponen masyarakat.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top