Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Bisnis Sanrio, pencipta karakter Hello Kitty harus menghadapi tantangan berupa pandemi virus corona di tengah perubahan pimpinan yang berasal dari generasi baru Keluarga Tsuji. (Situs resmi Sanrio)
Premium

Tantangan Besar Tomokuni Tsuji, ‘Bapak’ Baru Hello Kitty di Era Pandemi

08 Juli 2020 | 16:00 WIB
Tomokuni Tsuji resmi menjadi bos baru Sanrio Inc, perusahaan pencipta tokoh Hello Kitty. Bagaimana nasib bisnis di tangan bos berusia 32 tahun pada 2020?

Bisnis.com, JAKARTA— Tomokuni Tsuji resmi menjadi orang nomor satu di Sanrio Company Ltd., mulai 1 Juli. Masa yang tak mudah bagi pria berusia 32 tahun pada 2020 itu untuk menjalankan bisnis bersama Hello Kitty di tengah penurunan penjualan akibat pandemi virus corona.  

Tomokuni Tsuji sebenarnya bukanlah orang baru di Sanrio. Dia menjabat sebagai Senior Managing Director & Head-Media di perusahaan yang lahir pada 1960 itu. Namun, keputusan Shintaro Tsuji sang pencipta tokoh Hello Kitty untuk pensiun membuat Tomokuni Tsuji, cucunya naik dan mengambil alih kendali.

Shintaro Tsuji memiliki putra bernama Kunihiko Tsuji meninggal akibat serangan jantung pada 2013. Kejadian tersebut lantas mengubah peta regenerasi perusahaan keluarga itu. Shintaro yang berusia 92 tahun itu akhirnya melepas jabatan CEO kepada Tomokuni Tsuji setelah menduduki posisi tersebut selama 60 tahun.

Nasib Tomokuni Tsuji mungkin beruntung karena bisa mendapat warisan berupa perusahaan dengan 4.000 toko yang menjual pernik-pernik termasuk 200 butik di Amerika Serikat. Di sisi lain, kondisi pandemi virus corona tak bisa dianggap mudah untuk perusahaan yang menggantungkan pendapatan dari royalti penggunaan karakter, taman bermain hingga kafe itu.

Karakter buaya hijau dengan tulisan ‘tantangan-tantangan besar’ buatan Sanrio mungkin menjadi penggambaran pas terhadap kondisi perusahaan saat ini.

Dari laporan perusahaan pada akhir Maret 2020, perusahaan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar 100 juta yen atau turun 95,1 persen secara tahunan yakni setara dengan 3,6 miliar yen.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top