Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Cerita Bupati Banyuwangi Azwar Anas Hadapi Pandemi Covid-19

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memberikan pandangannya dalam acara #NgobrolSantaiBisniscom melalui media sosial Instagram, Sabtu (4/7/2020).
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 04 Juli 2020  |  11:31 WIB
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (kiri) menemui guru dan anak-anak sekolah Paud di Kantor Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (8/1). - ANTARA/Budi Candra Setya
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (kiri) menemui guru dan anak-anak sekolah Paud di Kantor Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (8/1). - ANTARA/Budi Candra Setya

Bisnis.com, JAKARTA - Kabupaten Banyuwangi mulai menyongsong era normal baru setelah sebelumnya aktivitas ekonomi terhambat akibat pandemi Covid-19.

Dalam acara #NgobrolSantaiBisniscom melalui media sosial Instagram, Sabtu (4/7/2020), Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa Covid-19 menjadi tantangan bagi semua pemimpin. Penyebaran virus ini, lanjutnya, menjadi batu uji bagi kepemimpinan.

“Kuncinya ledership dari atas ke bawah. Saat awal-awal pandemi, di tingkat desa ada distorisi informasi sehingga banyak yang tidak paham mengenai berbagai hal seperti protokol kesehatan dan bantuan sosial," jelasnya.

Oleh karena itu, Azwar mengatakan pada Ramadan pihaknya berkeliling utnuk meyakinkan masyarakat mengenai kebijakan Pemerintah baik dari Jakarta, provinsi maupun kabupaten. Langkah itu dilakukan agar masyarakat menjadi paham.

"Kami pastikan kebijakan dari atas ke bawah landing sesuai misi awal dan perencanan,” tegasnya.

Terkait penyebaran Covid-19, menurutnya gugus tugas di level terkecil, dalam hal ini tingkat desa berperan penting dan didukung dengan penggunaan informasi teknologi untuk memudahkan transfer informasi di daerah yang luas tersebut.

Dia menjelaskan, ketika awal-awal pandemi, setiap orang dari luar daerah yang masuk ke Banyuwangi, identitasnya akan disebar hingga ke tingkat desa sehingga pegerakannya bisa dipantau oleh semua desa yang telah terhubung dengan koneksi internet.

“Begitu juga dengan data bansos. Seua terkoneksi. Sampai sekarang Banyuangi berstatus zona hijau dengan 29 kasus positif di mana di antarana sembuh. Sebagian besar kluster docking kapal di surabaya, haji dan kluster BUMN. Kita lakukan rapid test massal untuk melakukan antisipasi secara dini,” jelasnya.

Lanjutnya, karena berstatus zona hijau maka Banyuwangi kemudia mulai bersiap untuk menghadapi era normal baru dengan membuka layanan publik, serta layanan pariwisata yang menjadi andalan pendongkrak penerimaan daerah. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banyuwangi jawa timur covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top