Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengujian Vaksin Pfizer Tunjukkan Hasil Positif, Perusahaan Lain Menyusul

Pfizer dan BioNTech memulai kuartal III/2020 dengan hasil positif penelitian pada 45 orang dewasa yang menunjukkan respons antibodi yang tinggi setelah diberikan dua dosis vaksin.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 02 Juli 2020  |  09:30 WIB
Pekerja farmasi beraktivitas memproduksi obat di pabrik Pfizer Indonesia, Jakarta Timur, Senin (29/4/2019). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Pekerja farmasi beraktivitas memproduksi obat di pabrik Pfizer Indonesia, Jakarta Timur, Senin (29/4/2019). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA – Upaya menemukan vaksin yang efektif untuk melawan virus corona mulai menemukan titik terang setelah sejumlah pengembangan vaksin dari berbagai perusahaan menunjukkan sejumlah hasil yang positif.

“Untuk kuartal ketiga, vaksin jadi topik utama. Hasil dari kemitraan Moderna Inc., AstraZeneca Plc dan Pfizer Inc. dengan BioNTech SE akan menjadi yang paling banyak dinantikan di kuartal ini,” menurut analis Evercore ISI Umer Raffat pada Jumat (26/6/2020), seperti dikutip Bloomberg.

Pfizer dan BioNTech memulai kuartal dengan hasil positif penelitian pada 45 orang dewasa yang menunjukkan respons antibodi yang tinggi setelah diberikan dua dosis vaksin.

Saham Pfizer menguat hingga 5,6 persen pada hari Rabu sementara BioNTech melonjak sebanyak 19 persen menyusul berita ini. Sementara itu, saham pengambang vaksin lain melemah, termasuk Moderna yang turun 7,9 persen dan Inovio Pharmaceuticals Inc., yang merosot 32 persen.

Moderna diperkirakan merilis hasil yang lebih rinci mengenai perkembangan vaksin dalam waktu dekat, yang dapat menjawab sejumlah pertanyaan tersisa mengenai tingkat antibodi dapat yang dihasilkan oleh vaksin.

Studi tahap akhir vaksin Moderna pada 30.000 sampel akan dimulai bulan ini. Investor juga akan menantikan hasil pada bulan Juli dari vaksin yang sedang dikembangkan AstraZeneca dengan Universitas Oxford.

Sementara itu, produk RNA messenger dari BioNTech dan Pfizer diperkirakan akan dirilis pada kuartal ketiga. Perusahaan secara bersamaan mengembangkan empat kandidat vaksin yang berbeda dan dapat memasuki tahap akhir pengujian akhir musim panas ini.

Johnson & Johnson akan memulai tahap pertama pengujian vaksin berbasis adenovirus pada paruh kedua Juli.

Pada bulan Agustus, Clover Biopharmaceuticals mengungkap hasil keamanan dan imunogenisitas terhadap vaksin yang tengah dikembangkan, yang menggunakan teknologi peningkat kekebalan dari GlaxoSmithKline Plc dan Dynavax Technologies Corp.

Sebagian besar investor menantikan hasil dari perusahaan yang lebih besar, sedangkan pengembang vaksin yang lebih kecil seperti Novavax Inc. dan Inovio telah menghadapi sejumlah skeptisisme. Novavax berencana untuk melaporkan hasil pengujian terhadap manusia tahap pertama pada bulan Juli.

Antivirus

Dokter juga mencari lebih banyak pilihan pengobatan setelah menyusul sejumlah keberhasilan awal dengan steroid generik, dexamethasone, dan remdesivir dari Gilead Sciences Inc. Hasil penilitian tambahan mengenai remdesivir diperkirakan keluar pada musim panas.

Merck & Co. juga tengah bekerja dengan kolaborator Ridgeback Biotherapeutics mengenai EIDD-2801, obat antivirus oral yang dapat memulai studi tahap akhir pada ribuan pasien pada bulan Juli.

Antibodi

Hasil antibodi dari Eli Lilly dan Regeneron Pharmaceuticals Inc. juga dapat menjadi berita utama pada kuartal ketiga. Kedua perusahaan mengembangkan apa yang disebut antibodi penetral yang dapat meniru respons kekebalan terhadap virus dan menghentikan infeksi mematikan.

“Perawatan dengan metode ini berpotensi menekan kurva infeksi Covid-19 jika terbukti efektif dalam mengobati infeksi tahap awal atau pertengahan," kata analis Raymond James, Steven Seedhouse.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksin pfizer
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top