Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar dan Mal Potensi Klaster Corona, Epidemiolog: Pengunjung Mal Harus Daftar Online

Kebijakan yang perlu diterapkan di pusat perbelanjaan adalah reservasi atau pendaftaran online jika ingin masuk pusat perbelanjaan atau mal.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  12:18 WIB
Suasana salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Kamis (19/3/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Suasana salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Kamis (19/3/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Epidemiolog UI menyebut pasar tradisional dan mal berpotensi menjadi klaster Covid-19 sehingga menyarankan pengunjung mal harus daftar online sebelum masuk.  

Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono memberi masukan agar pemerintah membuat kebijakan khusus terhadap pengunjung maupun pengelola pasar dan pusat perbelanjaan.

"Buat protokol khusus bagi pengunjung pasar dan pusat perbelanjaan," kata Tri, Rabu (1/7/2020).

Tri menyarankan pemerintah menerapkan kebijakan yang mewajibkan pengunjung dan pedagang pasar menggunakan face shield. Selain itu, los atau lapak pedagang yang tidak tertutup harus diberikan sekat pembatas atau tubir.

Sedangkan, kebijakan yang perlu diterapkan di pusat perbelanjaan adalah reservasi atau pendaftaran online jika ingin masuk pusat perbelanjaan atau mal.

"Jadi pengunjung yang masuk ke mal semakin dibatasi karena harus daftar online dulu jika mau datang."

Selain itu, Tri menyarankan setiap produk atau pengelola pusat ritel membuat situs belanja online sendiri. Dengan situs tersebut pelanggan tidak perlu belanja langsung ke mal karena bisa membeli secara daring.

"Saya sarankan restoran juga memasang tubir di antara tempat duduk pelanggan," ujarnya.

Menurut epidemiolog itu, pemerintah bakal kesulitan untuk melacak pengunjung pasar atau mal jika telah terjadi penularan atau klaster baru di sana.

 "Jadi upaya yang bisa dilakukan dari sekarang adalah berusaha maksimal mencegahnya. Sebab, banyak penularan virus corona dari pasar."

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pasar Tradisional Virus Corona covid-19

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top