Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Corona Global Tembus 10 Juta, Penambahan Tertinggi di Brasil dan India

Data Johns Hopkins telah melaporkan data hingga lebih dari 10 juta kasus positif Covid-19 di dunia dan 500.000 kasus kematian.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 29 Juni 2020  |  18:02 WIB
Warga Sao Paulo, Brasil, mengenakan masker di keramaian untuk mengurangi risiko penularan virus corona Covid-19 pada 19 Maret 2020./Bloomberg - Rodrigo Capote
Warga Sao Paulo, Brasil, mengenakan masker di keramaian untuk mengurangi risiko penularan virus corona Covid-19 pada 19 Maret 2020./Bloomberg - Rodrigo Capote

Bisnis.com, JAKARTA - Kenaikan kasus Covid-19 di Brasil dan India dalam sepekan terakhir mengakselerasi pertumbuhan kasus secara global, di tengah perlambatan kasus kematian di AS.

Berdasarkan data WHO, kasus Covid-19 di dunia mencatatkan angka tertinggi dalam 24 jam terakhir pada Minggu (28/6/2020). Data Johns Hopkins bahkan telah melaporkan data hingga lebih dari 10 juta kasus positif dan 500.000 kematian. Selain itu, lebih dari 5 juta orang dinyatakan telah sembuh dari Covid-19.

Dilansir dari NDTV India, kasus Covid-19 mencapai 548.318 dengan penambahan per Senin (29/6/2020) sebanyak 19.549 pasien dan 380 kematian. Dengan demikian total pasien meninggal di Negeri Bollywood itu mencapai 16.475 orang. India menjadi negara dengan kasus tertinggi keempat setelah AS, Brasil, dan Rusia.

Ketua Menteri bagian Telangana K Chandrashekar Rao mengatakan Hyderabad, salah satu kota di India perlu menetapkan lockdown kembali untuk menekan laju Covid-19.

Keputusan ini akan diterapkan dalam tiga atau empat hari ke depan. Dia meminta masyarakat agar tidak panik dan pemerintah stempat telah menyiapkan persiapan untuk menyalurkan bantuan ke orang-orang miskin.

"Departemen medis dan kesehatan membuat proposal yang menyatakan penetapan lockdown di Hyderabad baik. Namun, lockdown akan menjadi keputusan yang sangat besar. Pemerintah dan masyarakat harus siap," katanya melalui pernyataan resmi.

Sementara itu, Aljazeera melaporkan Brasil mencatatkan angka infeksi tertinggi dalam sepekan terakhir pada Minggu sebanyak 259.105 kasus. Selain itu, angka kematian tertinggi juga terjadi pada pekan lalu yang mencapai 7.005 orang.

Total kasus positif di Negeri Samba itu mencapai 1,35 juta orang dan 57.658 kematian. Kenaikan ini terjadi di tengah demonstrasi memprotes Presiden Jair Bolsonaro terkait cara menghadapi Covid-19.

Dilansir dari Cnet, Amerika Serikat mencatatkan lonjakan regional di daerah Selatan dan Bara, berdasarkan Covid Tracking Project oleh Atlanta.

AS masih menjadi penyumbang lebih dari seperempat dari semua kasus dan kematian global.

Angka kematian harian terus menurun meski kasus baru terus bertambah, sebuah fenomena yang berbeda dibanding negara lain yang terus menunjukkan peningkatan kasus.

"Ini adalah situasi yang serius. Masyarakat dan juga individu harus bertindak penuh tanggung jawab. Kita perlu social distancing, kita perlu memakai penutup wajah ketika tidak bisa mempraktikkan social distancing," kata Sekretaris Kesehatan dan Pelayanan Masyarakat AS Alex Azar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

brasil india Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top