Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sidang Kasus Jiwasraya, Hakim Tolak Eksepsi Benny Tjokro

Majelis Hakim menilai keberatan Benny Tjokro tidak dapat diterima. Jaksa diperintahkan melanjutkan persidangan dengan menghadirkan para saksi.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 24 Juni 2020  |  17:55 WIB
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan dana dan penggunaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang juga Direktur Utama PT Hanson Internasional Tbk. Benny Tjokrosaputro menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (3/6/2020). - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan dana dan penggunaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang juga Direktur Utama PT Hanson Internasional Tbk. Benny Tjokrosaputro menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (3/6/2020). - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta menolak eksepsi terdakwa kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya Benny Tjokrosaputro. Hakim memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menghadirkan saksi ke persidangan.

"Mengadili keberatan terdakwa dan penasihat hukum terdakwa tidak dapat diterima," kata Hakim Rosmina membacakan amar putusan sela di PN Tipikor Jakarta, Rabu (24/6/2020).

Majelis hakim menilai keberatan yang disampaikan tim penasihat hukum telah masuk dalam pokok perkara. Hakim juga mengatakan dakwaan penuntut umum dalam perkara tersebut telah diuraikan secara lengkap dan jelas.

"Oleh karenanya keberatan terdakwa dinyatakan tidak dapat diterima," ujar Rosmina.

Untuk itu, Majelis Hakim memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan para saksi yang akan dihadirkan ke persidangan.

"Melanjutkan perkara terdakwa dengan memerintahkan penuntut umum untuk menghadirkan saksi-saksi dan barang bukti," kata Rosmina.

Sebelumnya, Jaksa penuntut umum (JPU) menegaskan kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (AJS) berada dalam ranah tindak pidana korupsi. Jaksa menilai pasar modal dan asuransi adalah titik awal tindak pidana korupsi dalam kasus ini.

Jaksa mengatakan terdapat berbagai putusan tindak pidana korupsi yang telah berkekuatan hukum tetap dengan menggunakan pasar modal dan perasuransian sebagai instrumen modus operandi.

"Dalam pertimbangannya dinyatakan bahwa perbuatan melawan hukum dalam bidang pasar modal dan perasuransian menjadi titik awal bahkan kemudian meluas serta masuk ke wilayah perbuatan pidana tindak pidana korupsi," ujar Jaksa, Rabu (17/6/2020).

Pertimbangan tersebut adalah respons atas eksepsi penasihat hukum terdakwa yang menyebut perbuatan para terdakwa dan kasus ini tidak mengandung unsur tindak pidana korupsi.

Untuk itu, Jaksa meminta majelis hakim menolak uraian eksepsi enam terdakwa kasus ini.

Para terdakwa adalah, Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, Direktur Utama PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro; dan Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat

Kemudian Direktur Utama Jiwasraya periode 2008-2018 Hendrisman Rahim; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan; dan Direktur Utama PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jiwasraya pengadilan tipikor Benny Tjokrosaputro
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top