Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Corona Belum Usai, Proyek Lima Destinasi Super Prioritas Tetap Dikebut

Pemerintah tetap melakukan persiapan di sektor pariwisata sesuai dengan rencana yang telah dibuat sejak sebelum adanya pandemi Covid-19.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  18:14 WIB
Wisatawan menikmati pemandangan matahari terbit dari Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (15/12/2018). - JIBI/Rachman
Wisatawan menikmati pemandangan matahari terbit dari Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (15/12/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menegaskan lima destinasi super prioritas tetap menjadi proyek strategis nasional yang dikebut oleh pemerintah kendati pandemi Covid-19 belum kunjung usai.

“Kementerian dan Lembaga terkait proyek tersebut tetap melanjutkan persiapan destinasi super prioritas tersebut. Sehingga, ketika keadaan sudah membaik bahkan ketika vaksin sudah ditemukan semua destinasi sudah siap dikunjungi,” kata Wishnutama dalam konferensi pers di BNPB, Jakarta, Senin (22/6/2020).

Dia menuturkan, pihaknya tetap melakukan persiapan sesuai dengan rencana yang telah dibuat oleh pemerintah sejak sebelum adanya pandemi Covid-19.

“Kebanyakan ini adalah tempat terbuka relatif resikonya lebih rendah dibandingkan tempat-tempat yang lain dan memang nanti ada protokol tambahan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bagi para pelaku atau wisatawan,” ujarnya.

Di tengah upaya penanganan pandemi Covid-19, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan memastikan anggaran pembangunan lima destinasi super prioritas tidak akan dipangkas.

Kelima destinasi super prioritas itu yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (NTB), Labuan Bajo (NTT) dan Likupang (Sulawesi Utara).

“Kami sepakat dengan Bu Ani (Menteri Keuangan Sri Mulyani), program-program pembangunan lima tourist destination di mana Kementerian Perhubungan terlibat, itu tidak dipotong tapi dimasukkan pada multiyears,” kata Luhut.

Luhut menjelaskan alasan tidak dipotongnya anggaran sektor pariwisata, karena sektor tersebut menjadi salah satu sektor unggulan untuk mendongkrak ekonomi sehingga pengembangannya dinilai tidak boleh terganggu.

“Pariwisata ini salah satu yang paling cepat bisa rebound, maka jangan sampai terlalu terganggu,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top