Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tak Hanya Corona, 7 Wilayah Ini Melaporkan Kasus DBD Tertinggi

Kemenkes mengingatkan adanya kemungkinan terjadinya infeksi ganda akibat Covid-19 dan DBD di tengah masyarakat.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  11:25 WIB
Pasien anak yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Jawa Barat, Kamis (31/1/2019). - ANTARA/Raisan Al Farisi
Pasien anak yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Jawa Barat, Kamis (31/1/2019). - ANTARA/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Kesehatan membeberkan tujuh wilayah transmisi lokal Covid-19 yang juga turut melaporkan kasus baru demam berdarah dengue atau DBD sebanyak 100 hingga 500 kasus per hari.

“Provinsi-provinsi dengan kasus Covid-19 tertinggi dan juga memiliki kasus DBD yang tinggi saat ini misalnya Jawa Barat, Lampung, NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Sulawesi Selatan,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi dalam Konferensi Pers di BNPB, Jakarta, pada Senin (22/6/2020).

Nadia menuturkan angka kematian akibat DBD tersebut secara keseluruhan mencapai 346 kasus. Angka kematian tersebut, menurutnya, didominasi oleh ketujuh wilayah dengan kasus Covid-19 dan DBD yang tinggi itu.

“DBD ini angka kematiannya mencapai 346 dan gambarannya sama dengan provinsi-provinsi dengan kasus tertinggi tersebut,” ujarnya.

Dengan demikian, dia menuturkan, ada kemungkinan terjadinya infeksi ganda akibat Covid-19 dan DBD di tengah masyarakat.

“Fenomena ini yang terjadi memungkinkan seseorang jika dia terinfeksi Covid-19 juga bisa terinfeksi DBD. DBD sampai saat ini belum ada obatnya dan vaksinnya juga belum efektif,” ujarnya.

Sebelumnya, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto bahwa hingga Maret 2020 ada 424 kabupaten dan kota di Indonesia yang melaporkan kasus DBD.

Yuri menyampaikan hal itu dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IX DPR RI dengan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dirjen Kesehatan Masyarakat, Dirjen Pelayanan Kesehatan, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, serta Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI secara virtual, Selasa (14/4/2020).

Menurut Yuri, ada 41.000 kasus DBD dengan 265 orang meninggal pada Maret 2020. Naik turunnya kasus DBD itu disebabkan faktor musim hujan dan musim kemarau seperti tahun 2020, partisipasi mayarakat dan logistik juga berkurang.

“DBD sekarang ini tidak tergantung pada hujan saja, namun pada musim kemarau ada peningkatan nyamuk,” ujar Yuri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkes dbd Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top