Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rapid Test BIN: 1.702 Warga Surabaya Positif Covid-19

Sebanyak 1.702 warga Surabaya yang mengikuti rapid test terkonfirmasi positif Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Juni 2020  |  01:27 WIB
Ilustrasi-Pelaksanaan tes cepat COVID-19 oleh Badan Intelijen Negara (BIN) di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jakarta, Kamis (18/6/2020). - Antara
Ilustrasi-Pelaksanaan tes cepat COVID-19 oleh Badan Intelijen Negara (BIN) di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jakarta, Kamis (18/6/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Intelijen Negara telah menyelesaikan tes cepat massal atau rapid test di Kota Surabaya, Jawa Timur.

BIN mencatat sebanyak 1.702 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu diketahui dari tes yang dilaksanakan di Surabaya selama 23 hari.

Staf Khusus Kepala BIN Mayjen TNI Dr Suyanto melalui pernyataan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Sabtu, menyebutkan BIN resmi mengakhiri rangkaian tes cepat Covid-19 di Surabaya.

Sejak 29 Mei hingga 20 Juni 2020, kata Suyanto, BIN telah menggelar tes cepat Covid-19 di 23 lokasi di titik zona merah di Surabaya yang merupakan rekomendasi dari Dinas Kesehatan setempat.

Suyanto memaparkan selama pelaksanaan tes cepat massal Covid-19 terhitung sebanyak 34.021 warga Surabaya menjadi peserta rapid test, dan 4.603 orang di antaranya menunjukkan hasil reaktif.

Mereka selanjutnya menjalani tes usap (swab test) untuk memastikan hasilnya/ Ditambah pasien rujukan dari puskesmas setempat, jumlah yang mengikuti swab test menjadi 4.637 orang.

"Yang konfirmasi positif Covid-19 setelah melakukan uji swab dengan mobile PCR BIN yakni 1.702 Orang," kata Suyanto.

Berdasarkan arahan Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan, kata dia, BIN memutuskan untuk mengakhiri rangkaian tes cepat massal Covid-19 di Ibu Kota Jawa Timur.

BIN akan menggelar tes cepat massal Covid-19 di beberapa daerah lain yang juga membutuhkan bantuan percepatan penanganan virus Corona lewat rapid test.

"Kami sudah 23 hari di Surabaya melaksanakan rapid test ini. Hari ini adalah hari terakhir sebagaimana arahan dari Kepala BIN," ujar Suyanto.

Ia berharap tes cepat yang digelar BIN dapat membantu Pemkot Surabaya dalam upaya pelacakan terhadap pasien-pasien yang positif Covid-19 sehingga dapat meminimalisir penyebaran virus Corona.

"Kami berharap lewat rapid test ini dapat membantu atau memudahkan Pemkot Surabaya untuk menindaklanjuti dan meminimalisir penyebaran Covid-19," kata Suyanto.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan terima kasih kepada BIN. Risma mengaku sangat terbantu dengan adanya tes cepat massal tersebut.

Dengan begitu Pemkot Surabaya bisa lebih mudah melacak daerah-daerah yang terpapar virus Corona.

"Saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya tadi saya sudah sampaikan kepada BIN, ini hari terakhir dari BIN membantu kami warga Surabaya untuk melakukan rapid massal," ucap Risma.

Risma mengaku, sebenarnya dirinya berharap BIN terus menggelar rapid test di Surabaya. Risma juga sempat mengirimkan surat kepada Kepala BIN Jenderal Pol. (Purn) Budi Gunawan agar memperpanjang kegiatan tes cepat massal sampai 30 Juni 2020.

"Saya sebenarnya sudah membuat surat ke Kepala BIN agar bisa dilanjutkan 10 hari lagi sampai 30 Juni. Tapi ternyata kami hanya diperkenankan sampai hari ini. Mudah-mudahan kami bisa menindaklanjuti (setelah rapid test massal ini), karena kami harus terus melakukan rapid ini untuk menghindari sedikit mungkin ada kebocoran atau kelengahan," jelas Risma.

Risma menambahkan selama pelaksanaan tes cepat massal oleh BIN di Surabaya, tren angka reaktif dan positif juga berangsur menurun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

covid-19 bin

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top