Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

160 Kabupaten Lambat Salurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa

Kemendagri juga telah mendorong kabupaten dan kota untuk mempercepat proses pencairan tersebut. Namun, sebagian daerah mengalami keterlambatan.
Rayful Mudassir dan Muhammad Khadafi
Rayful Mudassir dan Muhammad Khadafi - Bisnis.com 17 Juni 2020  |  19:15 WIB
Warga menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di Balai Desa Tanjungkarang, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Senin (18/5/2020). - Antara/Yusuf Nugroho\n
Warga menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di Balai Desa Tanjungkarang, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Senin (18/5/2020). - Antara/Yusuf Nugroho\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan sedikitnya 160 kabupaten kota terlambat memproses penyaluran bantuan langsung tunai dari dana desa.

Dia mengatakan Kementerian Desa bersama Kemendagri telah melakukan sinkronisasi agar sebagian anggaran desa dapat digunakan untuk bantuan langsung tunai bagi masyarakat desa penerima bansos.

Kemendagri juga telah mendorong kabupaten dan kota untuk mempercepat proses pencairan tersebut. Namun, sebagian daerah mengalami keterlambatan.

“Kami lihat ada keterlambatan di sana. Ada 160 daerah yang terlambat. Kita bentuk tim bersama untuk menyampaikan katakanlah menggedor pintu teman-teman bupati di 160 kabupaten/kota,” katanya saat konferensi pers virtual, Rabu (17/6/2020).

Dia mengatakan salah satu penyebab keterlambatan penyaluran bansos adalah regulasi Permenkeu yang menyebutkan bahwa dana desa dapat dicairkan apabila dilakukan validasi oleh bupati.

Kemudian pemerintah mengubah regulasi tersebut untuk mempermudah proses yaitu dengan syarat bupati cukup memberikan surat kuasa agar perangkat desa dapat menyesuaikan dana APBDes sebagian untuk bansos.

“Ibu Menkeu mengeluarkan revisi PMK [peraturan menteri keuangan] dan ini memotong birokasi sehingga prosedurnya bisa cepat. Alhamdulillah akhirnya dari 15 persen karena ada aturan yang dipotong dan percepatan tim-tim ini sehingga lebih dari 95 persen BLT dana desa sudah sampai,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendagri dana desa Tito Karnavian
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top