Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KLHK Resmikan Fasilitas Pengelolaan Sampah di Subang dan Bekasi

Jumlah timbulan sampah nasional pada tahun 2020 diproyeksikan mencapai sekitar 67,8 juta ton dan akan terus bertambah seiring pertumbuhan penduduk.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 17 Juni 2020  |  13:20 WIB
Pekerja dengan menggunakan alat berat mengeruk aliran Sungai Citarum di Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (22/6/2019). Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan masalah sampah di Sungai Citarum akan selesai dalam waktu lima tahun salah satu caranya dengan dana pinjaman dari bank dunia sebesar Rp 1,4 triliun melalui pemerintah pusat. - ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Pekerja dengan menggunakan alat berat mengeruk aliran Sungai Citarum di Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (22/6/2019). Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan masalah sampah di Sungai Citarum akan selesai dalam waktu lima tahun salah satu caranya dengan dana pinjaman dari bank dunia sebesar Rp 1,4 triliun melalui pemerintah pusat. - ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meresmikan fasilitas pengelolaan sampah di Kabupaten Subang dan Kabupaten Bekasi. Kehadiran fasilitas pengelolaan sampah tersebut merupakan upaya untuk merawat Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

Alue Dohong, Wakil Menteri LHK mengatakan pekerjaan rumah untuk penyelesaiaan permasalahan sampah masih sangat banyak. Jumlah timbulan sampah nasional pada tahun 2020 diproyeksikan mencapai sekitar 67,8 juta ton dan akan terus bertambah seiring pertumbuhan penduduk.

"Jika kita tidak melakukan kebijakan dan upaya-upaya luar biasa atau hanya sebatas bussines as usual, maka diperkirakan pada tahun 2050 komposisi sampah kita akan lebih dari dua kali lipat,” ujar Alue dalam keterangan resmi, Rabu (17/6/2020).

Adapun, bantuan fasilitas pengelolaan sampah yang diberikan untuk Kabupaten Subang berupa 1 unit Pusat Daur Ulang (PDU) kapasitas 10 ton perhari dan 2 Motor Sampah Roda Tiga.

Untuk Kabupaten Bekasi, bantuan fasilitas pengelolaan sampah berupa 1 Pusat Daur Ulang (PDU) kapasitas 10 ton perhari , 1 Biodigester kapasitas 1 ton perhari, dan 3 Motor Sampah Roda Tiga.

Alue menjelaskan kondisi timbulan sampah DAS Citarum cukup memprihatinkan. Data 2018 menyebutkan jika pencemaran sampah di DAS Citarum mencapai lebih kurang 500 ribu ton/tahun, atau sekitar 1.300 ton/hari. Kondisi ini perlu segera diatasi agar tidak semakin parah.

Pemerintah telah merilis Peraturan Presiden No.15/2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum di mana pemerintah telah mengamanatkan salah satunya kepada KLHK untuk mempercepat pelaksanaan dan keberlanjutan kebijakan pengendalian DAS Citarum melalui operasi pencegahan, penanggulangan pencemaran dan kerusakan serta pemulihan DAS Citarum.

Dia mengatakan khusus untuk Kabupaten Subang dan Kabupaten Bekasi telah dilakukan upaya penanggulangan sampah. Kabupaten Subang sudah berhasil mengurangi sampah sebesar 16,46 persen dan menanganinya sebesar 12,77 persen.

Sementara itu, Kabupaten Bekasi sudah melakukan pengurangan sampah sebesar 10,67 persen.

Namun, angka itu disebutnya masih di bawah target pengurangan dan target penanganan sampah nasional masing-masing sebesar 20 persen dan 17 persen.

"Dari data tersebut diharapkan Kabupaten Subang dan Kabupaten Bekasi dapat berupaya lebih keras agar dapat memberikan kontribusi terhadap pengurangan dan penanganan sampah secara nasional," ujarnya.

Adapun, pemberian fasilitas pengelolaan sampah kepada Kabupaten Subang dan Kabupaten Bekasi juga merupakan bagian dari pemberian bantuan fasilitas pengolahan sampah dari KLHK kepada 5 Kabupaten sekitar DAS Citarum yaitu Kabupaten Purwakarta, Indramayu, Sumedang, Subang dan Bekasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sampah pengolahan sampah klhk
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top