Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Travel Warning ke Beijing Dikeluarkan, Tes Massal Covid-19 Digelar

Pemerintah Beijing kemarin melakukan pengujian massal virus corona dan penyebaran kembali wabah Covid-19 di kota itu telah memicu dikeluarkannya peringatan perjalanan di seluruh wilayah negara tersebut.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 15 Juni 2020  |  07:16 WIB
Warga memakai masker berjalan melalui lorong bawah tanah ke kereta bawah tanah di Beijing, China, 21 Januari 2020 di tengah merebaknya coronavirus. -  REUTERS / Jason Lee
Warga memakai masker berjalan melalui lorong bawah tanah ke kereta bawah tanah di Beijing, China, 21 Januari 2020 di tengah merebaknya coronavirus. - REUTERS / Jason Lee

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Beijing kemarin melakukan pengujian massal virus corona dan penyebaran kembali wabah Covid-19 di kota itu telah memicu dikeluarkannya peringatan perjalanan di seluruh wilayah negara tersebut.

Warga China mulai khawatir akan munculnya kembali penyakit mematikan itu karena selama ini pemerintah berhasil mengendalikan sebagian besar wilayah melalui penguncian ketat meski kemudian pengunciandicabut.

Sebuah klaster baru yang terkait dengan pasar makanan grosir di ibukota itu telah memicu kekhawatiran luas dan meningkatkan momok penguncian yang menyakitkan.

Komisi Kesehatan Nasional (NHC) China melaporkan 57 infeksi baru kemarin, 36 di antaranya adalah transmisi lokal di Beijing dan semuanya terkait dengan pasar Xinfadi seperti dikutip Ndtv.com, Senin (15/6/2020).

Beberapa pejabat lokal mengatakan orang yang masuk dari Beijing harus dikarantina, menurut media pemerintah. Sedangkan di ibu kota, kuncian dikenakan terhadap 11 perumahan di dekat pasar yang memasok sebagian besar produk makanan segar.

Para pejabat mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka berencana untuk melakukan tes virus itu kepada 46.000 penduduk di daerah sekitar pasar tersebut dan telah mendirikan 24 Tempat pengujian. Setiap orang yang bekerja di Xinfadi juga harus menjalani tes.

Sejauh ini 10.881 orang telah diuji di daerah itu dan delapan kasus berhasil terdeteksi. Akan tetapi kasus itu tidak dimasukkan dalam penghitungan NHC pada hari sebelumnya.

"Saya pergi ke pasar Xinfadi, jadi saya ingin memastikan bahwa saya tidak terinfeksi," kata seorang wanita berusia 32 tahun yang bernama Guo. Dia terlihat antri dalam panas yang menyengat di sebuah stadion menunggu tes virus.

"Kami diberitahu bahwa setelah tes ... jika hasilnya positif, kami akan langsung dibawa ke rumah sakit," katanya.

Salah satu kasus baru adalah seorang pria berusia 56 tahun yang bekerja sebagai sopir bus bandara dan telah mengunjungi pasar Xinfadi pada awal Juni sebelum kemudian jatuh sakit, menurut laporan koran People's Daily yang dikelola pemerintah.

Bagian penjualan daging dari pasar itu ditutup kemarin dan wartawan melihat ratusan petugas polisi dan petugas keamanan paramiliter menghalangi akses masuk.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china beijing covid-19
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top