Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Demo Tolak Rasisme di London Ricuh, Polisi Tahan 100 Orang

Aksi protes anti-rasisme di London berujung ricuh dan menyebabkan lebih dari 100 orang ditahan oleh pihak kepolisian.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 14 Juni 2020  |  17:35 WIB
Polisi berjaga di sekeliling patung Winston Churchill di Parliament Square, menyusul kematian George Floyd saat ditahan oleh polisi Minneapolis, di London, Britain, Selasa (9/6/2020). Antara/Reuters - Toby Melville.
Polisi berjaga di sekeliling patung Winston Churchill di Parliament Square, menyusul kematian George Floyd saat ditahan oleh polisi Minneapolis, di London, Britain, Selasa (9/6/2020). Antara/Reuters - Toby Melville.

Bisnis.com, JAKARTA - Lebih dari 100 orang ditangkap menyusul aksi protes anti-rasisme yang berlangsung penuh kekerasan di London kemarin waktu setempat, menurut pihak kepolisian.

Polisi diserang oleh demonstran yang diantaranya merupakan aktivis sayap kanan. PM Boris Johnson Mengatakan bahwa premanisme dan perilaku rasis tidak memiliki tempat di wilayah Inggris.

Penyelidikan juga sedang dilakukan setelah seorang pria yang terlihat buang air kecil di sebelah tugu peringatan PC Keith Palmer, yang terbunuh dalam serangan Westminster 2017.

Secara terpisah, sejumlah aksi protes damai anti-rasisme diadakan di London dan di seluruh negeri.

Menteri Dalam Negeri Inggris, Priti Patel mengatakan "penodaan" atas tugu PC Palmer "sangat memalukan".

Komandan Polisi Bas Javid menambahkan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan atas tindakan tersebut.

"Kami menyadari gambar menjijikkan yang beredar di media sosial ketika seorang pria yang tampaknya buang air kecil pada tugu PC Palmer. Kami telah melakukan penyelidikan dan akan mengumpulkan semua bukti yang tersedia dan akan mengambil tindakan yang sesuai," katanya sepertti dikutip BBC.com, Minggu (14/6/2020).

Anggota parlemen Tobia Ellwood yang memberikan pertolongan pertama kepada PC Palmer saat ia terbaring sekarat setelah ditusuk di halaman Parlemen oleh Khalid Masood pada tahun 2017, mengatakan gambar pria yang buang air kecil di sebelah tugu peringatan itu "menjijikkan".

Polisi London mengatakan bahwa mereka telah menangkapi pendemo karena pelanggaran termasuk gangguan kekerasan, penyerangan terhadap polisi, kepemilikan senjata ofensif, pelanggaran perdamaian, mabuk dan tidak tertib serta kepemilikan obat-obatan Kelas A.

Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan bahwa siapa pun yang menyerang polisi akan menghadapi kekuatan penuh hukum.

"Pawai dan aksi protes ini telah berubah jadi kekerasan dan melanggar pedoman. Saat ini rasisme tidak memiliki bagian di Inggris dan kita harus bekerja bersama untuk mewujudkannya," ujar Johnson.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

london rasisme Boris Johnson
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top