Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekspansi, Alibaba dan ByteDance Sewa Ruang Kantor di Hong Kong

Perusahaan teknologi China memperluas jangkauan mereka di Hong Kong bahkan ketika pandemi mendorong sejumlah bank untuk mempertimbangkan membuka kantor cabang di sana.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 11 Juni 2020  |  13:50 WIB
Alibaba - alibabagroup.com
Alibaba - alibabagroup.com

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan teknologi China memperluas jangkauan mereka di Hong Kong bahkan ketika pandemi mendorong sejumlah bank untuk mempertimbangkan membuka kantor cabang di sana.

Dilansir Bloomberg, induk aplikasi TikTok, ByteDance Ltd., dan Alibaba Group Holding Ltd. telah menandatangani kontrak sewa untuk menambah ruang kantor di Hong Kong, menurut sumber yang tidak ingin disebutkan namanya karena rencana ini masih tertutup.

ByteDance membayar sewa tiga tahun untuk ruang kantor seluas sekitar 279 meter persegi di Times Square, Causeway Bay. Alibaba juga telah menyepakati sewa ruangat satu lantai seluas 1.579 m2 di gedung yang sama. Perusahaan saat ini menyewa tiga lantai dan belasan unit baru.

Perwakilan untuk ByteDance dan Alibaba belum dapat dimintai komentar mengenai rencana ini.

Sewa baru ini menggarisbawahi ambisi kedua raksasa teknologi tersebut untuk memperluas jejak global mereka, karena pertumbuhan pasar di dalam negeri yang melambat.

ByteDance tengah berupaya menduplikasi kesuksesan TikTok dalam hiburan online, sementara divisi-divisi Alibaba termasuk e-commerce dan cloud computing tengah mencari klien dan pelanggan luar negeri.

Valuasi Bytedance telah melonjak hingga lebih dari US$100 miliar baru-baru ini, karena kepercayaan investor terhadap platform video TikTok semakin tumbuh. Perusahaan tersebut sebelumnya telah menyusun rencana ekspansi agresif dan membuka 40.000 lapangan kerja baru pada tahun 2020, termasuk dua posisi berbasis di Hong Kong untuk menyusun kebijakan konten, menurut situs referensi kerja ByteDance.

Kantor Bank

Perluasan raksasa teknologi China ini dilakukan di saat sejumlah perusahaan keuangan mempertimbangkan kembali kebutuhan kantor mereka dengan begitu banyak staf yang bekerja dari rumah.

Kota ini juga terperosok dalam resesi tercuram dalam sejarah dan menghadapi ketegangan yang semakin meningkat atas undang-undang keamanan nasional yang diusulkan oleh China.

Pada bulan Maret, Nomura Holdings Inc. memutuskan untuk mengurangi ruang kantor di Two International Finance Centre saat masa sewa berakhiir pada awal 2021. Adapun Macquarie Group Ltd. mengembalikan ruang di One International Finance Centre yang telah disewakan oleh bank investasi Australia tersebut ke penyedia ruang co-working.

Permintaan akan ruang kantor menurun di saat perusahaan berupaya memangkas biaya. Tingkat kekosongan rata-rata di seluruh area bisnis utama kota naik menjadi 7,2 persen pada bulan April, tertinggi sejak Oktober 2009, menurut Jones Lang LaSalle Inc. Sementara itu, harga sewa turun 3 persen pada bulan April.

Distrik Pusat Hong Kong memiliki ruang kantor dengan sewa tertinggi di dunia, rata-rata US$3.368 per meter persegi, melampaui Midtown New York dan West End London.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alibaba TikTok
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top