Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Antisipasi Kekerasan Rasial, China Minta Warganya Tak Kunjungi Australia

Hubungan antara China dan Australia menegang seiring seruan Australia untuk menelisik asal-usul virus Corona. China melarang warganya ke Australia karena potensi diskriminasi dan kekerasan rasial.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 Juni 2020  |  13:47 WIB
Suasana di depan Opera House, Sydney, di tengah lockdown, Senin (23/3/2020) - Bloomberg/ Brendon Thorne
Suasana di depan Opera House, Sydney, di tengah lockdown, Senin (23/3/2020) - Bloomberg/ Brendon Thorne

Bisnis.com, BEIJING - Pandemi Covid-19 dinilai bisa menjadi alasan terjadinya diskriminasi dan kekerasan rasial terhadap warga China.

Dengan alasan potensi diskriminasi dan kekerasan rasial tersebut China pada Jumat (5/6/2020) meminta warganya untuk tidak berkunjung ke Australia.

"Akhir-akhir ini ada kekhawatiran mengenai peningkatan tindak diskriminasi dan kekerasan rasial terhadap orang China dan Asia di Australia, akibat dampak pandemi Covid-19," kata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China dalam satu pernyataan.

Namun, pernyataan itu tak memberi contoh spesifik tentang diskriminasi dan kekerasan yang dimaksud.

Australia menolak tuduhan itu dengan mengatakan bahwa tuduhan-tuduhan itu tak berdasarkan kenyataan.

"Penolakan kami atas klaim-klaim ini, yang dibuat secara semu oleh para pejabat China sebelumnya, diketahui mereka," ujar Menteri Perdagangan Simon Birmingham dalam satu pernyataan.

Orang-orang Asia menghadapi perundungan di berbagai negara sejak wabah Corona merebak akhir tahun lalu.

China sebelumnya mengeluarkan satu peringatan perjalanan wisata ke Amerika Serikat setelah beberapa warganya mengatakan mereka diperlakukan buruk terkait dengan wabah itu.

Hubungan Australia dengan China, mitra dagang terpentingnya, memburuk beberapa tahun belakangan di tengah tuduhan bahwa China sedang mencampuri urusan Australia.

Australia, tujuan popular bagi turis dan pelajar China, juga khawatir China sedang mencari pengaruh tak selayaknya di kawasan Pasifik.

Hubungan di antara keduanya beberapa pekan belakangan ini mengalami ketegangan sejak Australia menyerukan penyelidikan internasional atas asal-usul virus Corona baru.

Bulan lalu China memberlakukan tarif impor pada gandum Australia dan menghalangi impor daging sapi dari beberapa sumber Australia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china australia

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top