Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pejalan kaki mengenakan masker berjalan melewati kafe-kafe yang sudah buka seiring dengan relaksasi lockdown di Paris, Prancis, Selasa (2/6/2020). - Bloomberg/Cyril Marcilhacy
Premium

Siapkah Kita Menghadapi Gelombang Kedua Covid-19?

03 Juni 2020 | 12:41 WIB
Relaksasi pembatasan sosial di sejumlah negara telah memicu kenaikan kasus Covid-19 di negara-negara tersebut. Apakah akan ada pandemi gelombang kedua?

Bisnis.com, JAKARTA — Italia, Jerman, India, China, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan banyak negara lain di dunia bersiap membuka kembali ekonominya menuju normal baru setelah meredanya Covid-19.

Namun, seiring dengan berangsur-angsurnya kehidupan seperti sedia kala, kekhawatiran mengenai gelombang kedua Covid-19 tampaknya masih menghantui masyarakat. Spekulasi mengenai gelombang kedua mengemuka meski data-data terkait hal ini masih sangat terbatas dan hanya mampu melihat tren pandemi-pandemi sebelumnya.

Seperti diketahui, Flu Spanyol gelombang kedua memiliki dampak lebih parah daripada gelombang pertamanya. Di Amerika Serikat (AS) saja, sekitar 195.000 orang meninggal akibat virus ini pada Oktober 1918.

Tetapi, sejumlah pandemi yang belakangan muncul menunjukkan bahwa efeknya tidak lebih mematikan dibandingkan pandemi terdahulunya. Flu Asia memiliki dampak kurang mematikan dibandingkan saat virus ini pertama kali muncul.

Flu Hong Kong yang berlangsung sepanjang 1968-1969 misalnya, relatif kurang mematikan. Tetapi, gelombang kedua di Inggris justru membunuh lebih banyak manusia dibandingkan gelombang awal.

Flu Babi 2009 juga jauh lebih mematikan pada gelombang keduanya yang menyebabkan kematian sebanyak 137 orang, daripada sebelumnya yang "hanya" 10 orang.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top