Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Pedoman Penerbangan Sipil Dunia Pasca-Lockdown

International Civil Aviation Organization (ICAO) telah mengeluarkan pedoman untuk regulator dan operator tentang cara memulai kembali sistem transportasi udara global.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 02 Juni 2020  |  14:29 WIB
Ilustrasi-Maskapai penerbangan Qatar Airways - Reuters
Ilustrasi-Maskapai penerbangan Qatar Airways - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Seiring pelonggaran lockdown di banyak negara, industri penerbangan segera menggeliat dan wisatawan akan kembali membanjiri bandara. Namun, di tengah pandemi Corona yang belum sepenuhnya tertangani, protokol kesehatan menjadi hal yang wajib.

International Civil Aviation Organization (ICAO) telah mengeluarkan pedoman untuk regulator dan operator tentang cara memulai kembali sistem transportasi udara global.

Badan khusus di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa ini merekomendasikan lebih banyak peralatan otomatisasi dan bebas sentuhan di kamar mandi bandara. Wisatawan juga harus membiasakan diri dengan formulir visa elektronik dan pemindaian wajah atau iris.

Selain itu, mengatasi masalah keselamatan penumpang akan menjadi langkah penting sebelum maskapai kembali terbang.

Para pakar industri mengatakan bahwa kuncinya adalah mengoordinasikan upaya-upaya global untuk menghindari peraturan yang saling bertentangan.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional atau IATA, yang mewakili maskapai penerbangan menyerukan implementasi mendesak dari panduan ICAO.

"Maskapai sangat mendukungnya. Sekarang kami mengandalkan pemerintah untuk mengimplementasikan rekomendasi dengan cepat, karena dunia ingin melakukan perjalanan lagi dan membutuhkan maskapai penerbangan untuk memainkan peran kunci dalam pemulihan ekonomi," kata Alexandre de Juniac, kepala IATA, seperti dilansir Bloomberg, Selasa (2/6/2020).

Adapun rekomendasi ICAO meliputi:

Pertama, staf dan penumpang diwajibkan mengenakan masker.

Kedua, penggunaan teknologi bebas kontak di tempat pengambilan tas, gerbang boarding dan outlet ritel, dan layar dengan pembersih otomatis di kios check-in.

Ketiga, pembersihan infrastruktur dan peralatan secara teratur.

Keempat, pengaturan jarak sosial satu meter di seluruh bandara.

Kelima, revisi untuk proses boarding, area gerbang dan peraturan pemerintah. Perubahan pada kontrol perbatasan dan proses bea cukai untuk meningkatkan jarak fisik.

Keenam, disediakan lokasi bagasi khusus untuk kedatangan dari area berisiko tinggi.

Dewan Bandara Internasional atau ACI mengatakan menyambut baik rekomendasi ICAO.

"Sementara ACI percaya saat ini tidak ada langkah tunggal yang dapat mengurangi semua risiko memulai kembali perjalanan udara, harmonisasi dari setiap proses dan prosedur baru merupakan cara paling efektif untuk menyeimbangkan mitigasi risiko dengan kebutuhan untuk membuka ekonomi dan untuk memungkinkan perjalanan," kata kelompok yang mewakili bandara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penerbangan Virus Corona Lockdown
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top