Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Para Pemimpin Lokal yang Dinilai Sukses Bertempur Melawan Covid-19

Di saat ini, pandemi ini tidak lagi menjadi tantangan bagi sistem layanan kesehatan nasional, tetapi juga merupakan ujian bagi tata kelola lokal. Pemerintahan negara-negara dunia sedang menanggapi krisis ini dengan cepat dan tangkas, salah satunya memberlakukan berbagai kebijakan untuk menghambat penyebaran virus ini.
Devi Sri Mulyani
Devi Sri Mulyani - Bisnis.com 31 Mei 2020  |  19:35 WIB
Vico Sotto
Vico Sotto

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 terus menyebar di seluruh negara-negara dunia. Virus ini telah menimbulkan kesulitan dalam berbagai aspek kehidupan termasuk kesehatan masyarakat, ekonomi lokal, dan interaksi sosial.

Di saat ini, pandemi ini tidak lagi menjadi tantangan bagi sistem layanan kesehatan nasional, tetapi juga merupakan ujian bagi tata kelola lokal. Pemerintahan negara-negara dunia sedang menanggapi krisis ini dengan cepat dan tangkas, salah satunya memberlakukan berbagai kebijakan untuk menghambat penyebaran virus ini.

Salah satunya yang telah dilakukan oleh beberapa pemimpin ini, yang secara efektif menangani virus corona dengan cara mereka sendiri.

Dilansir dari laman Vice pada Minggu (31/5/2020), berikut ini rangkuman beberapa pemimpin lokal yang telah berhasil dari berbagai negara di Asia-Pasifik.

Mehren Faruqi (Australia)

Sebagai senator Muslim wanita pertama di Australia, sekaligus juru bicara untuk kesejahteraan hewan, Mehreen Faruqi menyoroti prioritas pemerintah dengan menyerukan pada masalah yang penting. Seperti berfokus membela Perawat, asisten perawat, guru, pengasuh anak dan pendidik anak usia dini, pekerja perawatan usia lanjut dan petugas kebersihan yang kebanyakan adalah perempuan, untuk mendapatkan haknya.

Selain itu, Mehreen juga berfokus kepada kesejahteraan hewan disana, dengan mempertanyakan sikap pemerintah tentang apakah bulldog dan balap kuda adalah layanan penting selama pandemi. Dan atas usahanya ia berhasil menekan pemerintah untuk memperpanjang pembayaran kesejahteraan COVID-19 kepada siswa penuh waktu.

K.K.Shailaja (India)

K.K.Shailaja merupakan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial, Kerala, India. Ia adalah seorang mantan guru sains yang mendapat julukan “pembunuh virus corona" karena penanganan krisis yang cepat dan efisien.

Ia sukes mengendalikan wabah Covid-19, bahkan sejak virus ini pertama muncul di India. Enam hari sebelum kasus pertama coronavirus dilaporkan di India pada 30 Januari, negara bagian itu sudah memiliki ruang kendali COVID-19. Shailaja juga mengambil langkah-langkah efektif lainnya seperti memberikan makanan tengah hari kepada anak-anak di rumah dan membuka dapur umum untuk mengekang penyebaran Covid-19.

Dedy Yon Supriyono (Indonesia)

Dedy Yon Supriyono merupakan wali kota Tegal di Provinsi Jawa Tengah, dan orang pertama yang menerapkan lockdown pada tanggal 28 Maret, sebelum pemerintah pusat menyetujui gagasan itu. Dia adalah salah satu pejabat pertama di Indonesia yang benar-benar mendengarkan pakar kesehatan, menetapkan kebijakan tegas untuk meratakan kurva.

Banyaknya warga Tegal yang bermigrasi ke daerah perkotaan seperti Jakarta, membuat Dedy berhati-hati terhadap orang-orang yang kembali ke Tegal. Dan memutuskan untuk mengunci sebagian kota tegal dan menempatkan penghalang di jalan yang menghubungkan Tegal ke Jakarta.

Berkat usahanya tersebut, Tegal menjadi kota dengan jumlah kasus Covid-19 terendah, dibandingkan dengan kota-kota lain di Indonesia.

Vico Sotto (Filipina)

Di tengah Peraturan Lockdwon Negara Filipina, Vico Sotto yang merupakan Wali kota Pasig Filipina, membuat sebuah kebijakan dengan memulai inisiatif pasar keliling yang memungkinkan warga negara untuk membeli barang-barang penting tanpa pergi ke tempat usaha yang ramai.

Walikota berusia 30 tahun tersebut sangat mengutamakan kesejahteraan masyarakat di atas segalanya. Bahkan atas jasanya tersebut masyarakat Filipina sangat menghargai Sotto, yang transparan mengenai proyek-proyek kota, dan mengkomunikasin rencananya melalui pembaruan rutin di media sosial.

Lee Jae - Myung (Korea Selatan)

Gubernur Provinsi Gyeonggi Lee Jae-myung menjadi memimpin yang mampu mengatasi masalah pandemi Covid-19 di Korea Selatan. Lee adalah orang yang mengusulkan gagasan mendirikan klinik uji “drive-through” untuk menguji orang lebih cepat dan aman.

Dia juga meminta pemerintah pusat untuk memperketat kebijakan masker dan memastikan pasokan masker yang stabil.

Ia merupakan gubernur lokal pertama yang memberikan penghasilan dasar anti bencana sebesar 100.000 won, yang diberikan kepada setiap penduduk di wilayah tersebut untuk mengatasi dampak ekonomi dari virus corona. Lee mengumumkan bahwa pasangan asing dan penduduk tetap di wilayah tersebut tetap akan dimasukkan dalam rencana tersebut.

Dukungan luas untuk kebijakannya terhadap penangan virus corona telah membuatnya menjadi salah satu dari tiga kandidat presiden terkuat untuk pemilihan presiden 2022.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona pandemi corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top