Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Biaya Perawatan Covid-19 di Indonesia Mahal, DPR: Evaluasi!

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo meminta biaya perawatan pasien Covid-19 di Indonesia dievaluasi. Rahmad menyebutkan evaluasi perlu dilakukan karena adanya perbedaan signifikan biaya di Indonesia dibandingkan dengan di negara tetangga.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Mei 2020  |  14:53 WIB
Ilustrasi-Petugas medis mengenakan alat pelindung diri mendorong ranjang beroda tempat pasien berstatus dalam pengawasan Corona menuju ruang isolasi RSUD dr. Iskak di Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (13/3/2020). - Antara
Ilustrasi-Petugas medis mengenakan alat pelindung diri mendorong ranjang beroda tempat pasien berstatus dalam pengawasan Corona menuju ruang isolasi RSUD dr. Iskak di Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (13/3/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kalangan DPR bereaksi atas mahalnya biaya perawatan kasus Covid-19 di Indonesia.

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo meminta biaya perawatan pasien Covid-19 di Indonesia dievaluasi. Rahmad menyebutkan evaluasi perlu dilakukan karena adanya perbedaan signifikan biaya di Indonesia dibandingkan dengan di negara tetangga.

"Perbedaannya sangat signifikan. Makanya saya kira, ada baiknya pemerintah melalui gugus tugas melakukan evaluasi terhadap biaya tersebut. Apakah biaya yang mahal ini wajar dan sudah sesuai dengan fasilitas perawatan?" ujar Rahmad dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (31/5/2020).

Rahmad menuturkan, di Indonesia, biaya perawatan seorang pasien berkisar antara Rp150 juta hingga Rp215 juta. Sedangkan di Singapura hanya Rp61 juta hingga Rp82 juta.

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, pihaknya sangat setuju semua biaya perawatan pasien Covid-19 ditanggung negara. Ia juga mengapresiasi tunjangan dan berbagai fasilitas yang diberikan negara kepada tenaga medis.

"Berapa pun anggaran yang diperlukan memang harus dikucurkan oleh negara, karena keselamatan pasien adalah yang utama dan terpenting. Namun, perbedaan biaya yang besar itu membuat kita harus membuka mata. Perlu evaluasi dan mengedepankan efisiensi," kata Rahmad.

Menurut Rahmad berapa pun pengeluaran untuk penanggulangan bencana Covid-19, harus bisa dipertanggungjawabkan sesuai dengan batas kewajaran.

"Apakah biaya perawatan terlalu mahal atau tidak, ini yang perlu dievaluasi," ujarnya.

Rahmad mengungkapkan, sempat mendengar suara-suara yang menyatakan beberapa pihak rumah sakit merasa penanganan pasien Covid-19 cukup menggiurkan.

"Menggiurkan dalam tanda petik ya. Makanya sekali lagi saya tanya, apakah biaya yang dikeluarkan sudah sesuai dengan fasilitas dan perawatan yang diberikan kepada pasien," ujar Rahmad.

Rahmad mengatakan, ia bisa memaklumi biaya perawatan pasien Covid-19 bertambah mahal karena para pasien yang sudah cukup sehat pun harus tertahan di rumah sakit karena menunggu hasil diagnosa polymerase chain reaction (PCR).

"Menunggu hasil tes PCR itu kan beberapa hari, sedangkan pasien itu sudah cukup sembuh. Kondisi ini tentunya menambah biaya. Mungkin kondisi seperti ini perlu disiasati," ujar Rahmad.

Rumah sakit di Singapura yang mengharuskan orang asing membayar biaya perawatan, mematok biaya perawatan antara 6.000-8.000 dolar Singapura atau setara dengan Rp61 juta hingga Rp82 juta. Bahkan di China dan Thailand biaya perawatan hanya Rp48 juta.

Di Indonesia, biaya perawatan Covid-19, paling murah Rp105 juta. Sedangkan yang ada penyakit tambahan bisa mencapai Rp215 juta.

Sementara itu seperti dikutip dari healthaffairs.org, Minggu (31/5/2020), biaya perawatan pasien Covid-19 di Amerika Serikat ditaksir sekitar US$3.045. "Infeksi Covid-19 simtomatik tunggal akan menelan biaya rata-rata $3.045 dalam biaya medis langsung yang dikeluarkan hanya selama infeksi."

Soal biaya perawatan Covid-19 juga diungkapkan Menteri BUMN Erick Thohir. Erick menyebutkan biaya perawatan pasien Covid-19 ditaksir mencapai Rp105 juta - Rp215 juta. "Mahal banget," katanya dalam diskusi virtual, pekan lalu.

Oleh karena itu, Erick meminta masyarakat tetap berdisiplin menjalankan protokol kesehatan selama menjalani masa normal baru.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top