Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ancaman Trump Jadi Nyata, AS Putus Hubungan dengan WHO

Trump menuding WHO tidak transparan dan dikendalikan oleh China ihwal penyebaran virus corona (Covid-19).
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 30 Mei 2020  |  03:00 WIB
Presiden AS Donald Trump berbicara dalam acara penandatanganan UU Otoritas Pertahanan Nasional untuk Tahun Fiskal 2020 di Pangkalan Militer Gabungan (Joint Base) Andrews, Maryland, AS, Jumat (20/12/2019). - Reuters/Leah Millis
Presiden AS Donald Trump berbicara dalam acara penandatanganan UU Otoritas Pertahanan Nasional untuk Tahun Fiskal 2020 di Pangkalan Militer Gabungan (Joint Base) Andrews, Maryland, AS, Jumat (20/12/2019). - Reuters/Leah Millis

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bakal memutus hubungan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dituding gagal memberikan informasi akurat terkait penyebaran virus corona (Covid-19). Trump juga menuding WHO dikendalikan oleh China.

Dilansir dari Bloomberg,  pernyataan Trump disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Putih, Jumat (29/5/2020) Waktu Washington. Trump menyebut perubahan perlu dilakukan oleh WHO dan melibatkan AS secara langsung. Namun, WHO disebut menolak. 

"Kami hari ini akan mengakhiri hubungan kami dengan WHO," ujar Trump.

Pernyataan Trump disampaikan dengan rentetan keluhan terhadap Beijing, mulai dari praktik perdagangan hingga tindakan legislatif yang membahayakan otonomi Hong Kong. 

Sebelumnya, AS telah menangguh kan pendanaan untuk WHO. Trump juga menuding WHO dan China telah bersekongkol dalam penyembunyian informasi yang akurat berkait virus corona, virus yang berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei.

Awal bulan ini, Trump juga mengancam akan menarik diri dari WHO , ancaman yang memicu ketegangan di kalangan pemimpin dunia. Saat itu para pemimpin dunia menekankan, solidaritas internasional lebih penting dalam menghadapi pandemi, alih-alih menarik diri dari WHO.

Trump membuat surat sebanyak empat halaman, berisi keluhan terhadap WHO. Dia berharap WHO bias menunjukkan sikap independen dari China. 

Surat itu dibuat Trump beberapa jam setelah Presiden Xi jinping berbicara kepada Majelis Kesehatan Dunia melalui video. Xi berjanji akan mengucurkan dana US$2 miliar untuk memerangi pandemi dalam dua tahun ke depan sambil mendesak kerja sama internasional untuk mengalahkan virus tersebut. 

AS secara historis adalah penyandang terbesar bagi WHO. Saban tahun, AS memberikan data sekitar US$100 juta untuk WHO, ditambah US$102 juta hingga US$410 juta dalam kontribusi sukarela tambahan, menurut Kaiser Family Foundation.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china who Donald Trump covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top