Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Masa Karantina Habis, 750 Penghuni Wisma Pademangan Enggan Dipulangkan

Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Eko Margiyono menuturkan sebanyak 750 penghuni Wisma Karantina Pademangan yang telah rampung menjalankan masa isolasi enggan untuk kembali ke daerah asal.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 29 Mei 2020  |  20:15 WIB
Ruang instalasi gawat darurat di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo yang telah melakukan peninjauan tempat ini memastikan bahwa rumah sakit darurat ini siap digunakan untuk karantina dan perawatan pasien Covid-19. Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24 ribu orang, sedangkan saat ini sudah disiapkan untuk tiga ribu pasien. ANTARA FOTO/Kompas/Heru Sri Kumoro - Pool
Ruang instalasi gawat darurat di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo yang telah melakukan peninjauan tempat ini memastikan bahwa rumah sakit darurat ini siap digunakan untuk karantina dan perawatan pasien Covid-19. Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24 ribu orang, sedangkan saat ini sudah disiapkan untuk tiga ribu pasien. ANTARA FOTO/Kompas/Heru Sri Kumoro - Pool

Bisnis.com, JAKARTA - Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Eko Margiyono menuturkan sebanyak 750 penghuni Wisma Karantina Pademangan yang telah rampung menjalankan masa isolasi enggan untuk kembali ke daerah asal.

“Pagi ini kami melaksanakan patroli di tower 8 dan 9, ada pembedaan data yang seharusnya kembali dan yang masih tinggal ada selisih 750 orang, data yang tinggal seharusnya 1.050 kenyataannya ada 1.800 orang,” kata Eko melalui keterangan tertulis yang diterima Bisnis, Jakarta, pada Jumat (29/5/2020).

Eko membeberkan sebagian dari penghuni itu khawatir tidak dapat masuk kembali ke Jakarta. Sehingga, dia mengatakan, 750 penghuni yang telah habis masa isolasi memilih untuk menunggu tahap new normal untuk mencari lapangan pekerjaan baru.

Menyikapi hal itu, dia mengatakan, pihaknya meminta para penghuni untuk meninggalkan wisma karantina. Dia beralasan masa berlaku surat dan hasil pengujian swab yang menunjukkan hasil negatif Covid-19 hanya berlaku selama 7 hari.

Meskipun demikian, dia menuturkan, para penghuni yang ingin tetap tinggal di wisma karena menunggu situasi Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB akan tetap ditampung.

“Dalam kompleks wisma, beberapa unit ditempatkan untuk membantu operasional pelayanan bagi para penghuni, seperti pos pelaporan, tempat pengambilan paspor dan layanan BP2MI, money changer dan pelayanan travel,” ujarnya.

Pemerintah menyiapkan menara 8 dan 9 Wisma Karantina Pademangan untuk mengantisipasi lonjakan pasien.

Brigjen TNI M. Saleh Mustafa menuturkan penyiapan menara tersebut dikhususkan untuk melakukan karantina atau isolasi bagi warga negara Indonesia (WNI) repatriasi yang datang dari berbagai negara.

“Tower 8 dan 9 yang berlokasi di Pademangan ini diperuntukkan sebagai tempat karantina atau isolasi WNI repatriasi dari berbagai negara dan lebih dikenal umumnya nama Wisma Karantina Pademangan,” ujar Saleh melalui keterangan tertulis yang diterima Bisnis pada Selasa (26/5/2020).

Saleh menuturkan 1.848 warga diisolasi di Wisma Karantina Pademangan sejak Senin (25/5/2020). Sejak dibuka untuk penanganan Covid-19, wisma ini mencatat 4.175 warga repatriasi dari sejumlah negara.

“Lebih dari 2.000 warga telah kembali ke daerah asal, sedangkan yang terdeteksi kasus positif sebanyak 160 warga,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top