Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Syarat Suatu Daerah Dikatakan Siap Melakukan Kegiatan Sosial Ekonomi di Tengah Covid-19

Dalam menentukan kawasan atau daerah telah siap untuk kembali menyelenggarakan kegiatan sosial ekonomi di tengah pandemi Covid-19, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi atau dikenal dengan istilah Indikator Kesehatan Masyarakat Berbasis Data.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  14:31 WIB
Warga memadati kawasan pedagang kaki lima di Pasar Tanah Abang saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta, Minggu (17/5/2020). Meski pertokoan di Pasar Tanah Abang tutup karena PSBB, menjelang hari lebaran kawasan tersebut dipadati pedagang kaki lima yang berada di gang-gang dekat pasar. Bisnis - Himawan L Nugraha
Warga memadati kawasan pedagang kaki lima di Pasar Tanah Abang saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta, Minggu (17/5/2020). Meski pertokoan di Pasar Tanah Abang tutup karena PSBB, menjelang hari lebaran kawasan tersebut dipadati pedagang kaki lima yang berada di gang-gang dekat pasar. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Dalam menentukan kawasan atau daerah telah siap untuk kembali menyelenggarakan kegiatan sosial ekonomi di tengah pandemi Covid-19, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi atau dikenal dengan istilah Indikator Kesehatan Masyarakat Berbasis Data.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa indikator tersebut terbagi dalam tiga aspek yakni epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan.

"Dalam epidemiologi kita akan melihat penurunan jumlah kasus [positif] dalam dua minggu sejak puncak terakhir," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Selasa 26/5/2020.

Lebih lanjut, sebuah daerah telah memenuhi indikator epidemiologi jika terjadi hingga 50 persen penurunan kasus positif selama 2 pekan sejak puncak terakhir.

Kemudian, jumlah orang dalam pantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) juga turun lebih besar atau sama dengan 50 persen dalam jangka waktu yang sama.

"Jumlah kasus meninggal juga harus terjadi penurunan. Walaupun tidak ada target tapi harus turun terus," katanya.

Aspek selanjutnya, yakni surveilans kesehatan masyarakat mengharuskan dalam sebuah daerah terjadi peningkatan jumlah peningkatan pemeriksaan spesimen selama dua minggu.

Lalu hasil pemeriksaan tersebut harus menunjukkan temuan hasil positif di bawah atau sama dengan 5 persen.

Terakhir, aspek pelayanan kesehatan meliputi ketersediaan tempat tidur di rumah sakit untuk pasien Covid-19, termasuk alat pelindung diri (APD), dan ventilator.

Wiku mengakui bahwa aspek terakhir ini masih terus ditingkatkan melalui kolaborasi aktif antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Dia juga menyampaikan bahwa setelah daerah diukur dengan Indikator Kesehatan Masyarakat Berbasis Data maka akan didapatkan peta risiko terhadap kenaikan kasus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

covid-19
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top