Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Puji Penanganan Covid-19 di Aceh, Pemerintah: Masyarakatnya Patuh!

Peran tokoh masyarakat di Aceh juga dinilai berperan vital dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 24 Mei 2020  |  20:07 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto memberikan update data virus corona (Covid-19) di Indonesia dalam konferensi pers dari Graha BNPB, Minggu (24/5/2020) - Dok./Gugus Tugas Covid/19
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto memberikan update data virus corona (Covid-19) di Indonesia dalam konferensi pers dari Graha BNPB, Minggu (24/5/2020) - Dok./Gugus Tugas Covid/19

Bisnis.com, JAKARTA — Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengapresiasi masyarakat Aceh atas keberhasilan dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Kunci penyelesaian masalah ini ada di masyarakat. Pemerintah hanya membuat pedoman, ketentuan, anjuran dan ini tidak akan ada hasilnya kalau masyarakat tidak patuh. Aceh adalah salah satu provinsi yang luar biasa masyarakatnya patuh ,” kata Yuri di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Jakarta, Minggu (24/5/2020).

Selain itu, Yuri juga menyoroti, peran tokoh masyarakat Aceh dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19. Menurutnya, tokoh masyarakat seperti tokoh agama, tokoh adat dan tokoh yang lain menjadi kunci keberhasilan dalam memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat.

“Pasti ini peran dari tokoh masyarakat, bukan hanya dari peran pemerintah. Tapi tokoh masyarakat memegang peran kunci. Karena saya paham betul masyarakat Aceh itu masyarakat yang masih sangat patuh kepada tokoh-tokoh masyarakat,” tuturnya.

Dengan demikian, dia berterima kasih kepada seluruh tokoh masyarakat Aceh yang telah berpengaruh terhadap upaya melandaikan kurva Covid-19.

Kendati demikian, dia juga menuturkan, tantangan terbesar yang dihadapi Aceh adalah mempertahankan keberhasilan dalam melandaikan kurva epidemiologi Covid-19. Sebab, menurutnya, hingga saat ini masih ada potensi keluar-masuknya warga, baik dari maupun menuju Aceh.

“Yang menjadi tantangan adalah, bagaimana mempertahankannya. Karena pasti mobilitas orang itu tidak bisa di Aceh saja. Suatu saat pasti datang juga saudara lain dari luar Aceh,” ujarnya.

Dia meminta agar daerah lain dapat meniru apa yang telah berhasil dibuktikan Aceh. Sekalipun, dia menggarisbawahi, setiap daerah memiliki dinamika yang berbeda.

Provinsi Aceh menjadi salah satu wilayah yang tidak melaporkan adanya penambahan kasus Covid-19 sejak beberapa hari terakhir.

Adapun kasus Covid-19 di Aceh per hari ini Minggu (24/5/2020) adalah 19 kasus, di mana 17 sudah dinyatakan sembuh, 1 orang masih dalam perawatan dan 1 orang meninggal dunia.

Sementara itu jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada sebanyak 2.013 orang, yang mana 58 masih proses pemantauan dan 1.955 sudah selesai. Kemudian Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dilaporkan ada sebanyak 101, dimana 100 orang sudah dipulangkan dalam keadaan sehat dan 1 meninggal dunia.

Data itu terhitung sejak laporan pertama kasus Covid-19 di Aceh pada Jumat (27/3/2020) sebagai kasus ke-826 secara Nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top