Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Link Panduan Salat Idulfitri Saat Pandemi Covid-19 dari MUI

Majelis Ulama Indonesia memperbolehkan pelaksanaan salat Idulfitri di rumah dengan berjamaah atau sendiri alias munfarid, terutama bagi umat yang tinggal di kawasan zona merah penyebaran Covid-19. 
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 24 Mei 2020  |  05:55 WIB
Warga melaksanakan shalat Idulfitri di masjid Pesantren Mahfilud Dluror Kabupaten Jember, Selasa (4/6)  - Antara/istimewa
Warga melaksanakan shalat Idulfitri di masjid Pesantren Mahfilud Dluror Kabupaten Jember, Selasa (4/6) - Antara/istimewa

Bisnis.com. JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menerbitkan fatwa terkait dengan pelaksanaan salat Idulfitri pada hari ini, Minggu (24/5/2020) di tengah wabah virus corona atau Covid-19.

Hal itu tertuang dalam Fatwa MUI No.28 tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Shalat Idulfitri Saat Pandemi Covid-19. Adapun panduan lengkap tentang pelaksanaan salat Idulfitri dapat didownload di link berikut https://mui.or.id/wp-content/uploads/2020/05/Fatwa-MUI-No-28-Tahun-2020-tentang-Panduan-Kaifiat-Takbir-dan-Shalat-Idul-Fitri-saat-Covid-19.pdf.

Dalam fatwa MUI tersebut, salat Idulfitri dapat dilakukan di rumah dengan berjamaah atau sendiri alias munfarid, terutama bagi umat yang tinggal di kawasan zona merah penyebaran Covid-19. 

Pelaksanaan salat Idulfitri, baik di masjid maupun di rumah harus tetap melaksanakan protokol kesehatan untuk mencegah potensi penularan virus, antara lain dengan memperpendek bacaan salat dan pelaksanaan khotbah.

Berikut ketentuan pelaksanaan salat Idulfitri di rumah secara berjamaah 

Pertama jumlah jamaah yang salat minimal 4 orang, yakni 1 orang imam dan 3 orang makmum. 

Kedua, kaifiat salat mengikuti ketentuan panduan kaifiat salat Idulfitri berjamaah pada fatwa ini seperti disunahkan memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih sebelum salat. 

Kemudian memulai salat dengan menyeru "ash-salata jâmi‘ah", tanpa azan dan iqamah, memulai dengan niat salat Idulfitri. Lalu membaca takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan, membaca doa iftitah, dan sebagainya. 

Ketiga, usai salat Ied, khatib melaksanakan khotbah dengan mengikuti ketentuan khotbah dalam fatwa ini.

Keempat, jika jumlah jamaah kurang dari 4 orang atau jika dalam pelaksanaan salat jamaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khotbah, salat boleh dilakukan berjamaah tanpa khotbah.

Jika salat Idulfitri dilaksanakan, beberapa ketentuan menurut MUI sebagai berikut : 

Pertama, berniat salat Idulfitri secara sendiri.

Kedua, dilaksanakan dengan bacaan pelan (sirr). 

Ketiga, tata cara pelaksanaanya mengacu pada panduan kaifiat salat Idulfitri berjamaah dalam fatwa ini. 

Keempat, tidak ada khotbah. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

idulfitri salat id Virus Corona
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top