Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jawa Barat Bisa Jadi Provinsi Panutan dalam Penanganan Covid-19

Selain memiliki tingkat koordinasi yang baik dan berkomitmen kuat mencegah transmisi Covid-19, Jabar menunjukkan penurunan kasus PSBB diterapkan.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 22 Mei 2020  |  20:29 WIB
Warga melintas di depan Gedung Merdeka saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/4/2020). ANTARA FOTO - M Agung Rajasa
Warga melintas di depan Gedung Merdeka saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/4/2020). ANTARA FOTO - M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut Jawa Barat sejauh bisa menjadi contoh provinsi terbaik dalam penanganan pandemi Covid-19.

"Jabar sejauh ini telah bertindak cukup baik berdasarkan indikator epidemiologi. Jabar juga menunjukkan koordinasi yang bagus dengan pemerintah, yang membuat Jabar bisa menjadi juara lokal dalam menghadapi Covid-19," ujar Wiku dalam keterangan resminya, Jumat (22/5/2020).

Selain memiliki tingkat koordinasi yang baik dan berkomitmen kuat mencegah transmisi Covid-19, Wiku mengungkap bahwa berdasarkan data dari aplikasi Bersatu Lawan Covid, Jabar menunjukkan penurunan angka kasus sejak penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Menurutnya hal ini akibat masifnya tes massal yang dilakukan Jabar beberapa pekan lalu. Oleh sebab itu, Wiku berharap provinsi maupun kabupaten/kota lain yang juga menerapkan PSBB dapat mencontoh Jabar dalam menangani Covid-19

"Tentu kami berharap daerah lain yang menerapkan PSBB, tiga provinsi, 27 kabupaten/kota, bisa mengikuti contoh yang bagus," ucapnya.

Selain itu, ini pun memperkuat pendapat Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa yang menyebut Jawa Barat bisa menjadi percontohan provinsi yang patut menjalani relaksasi PSBB.

Pasalnya, berdasarkan sistem yang dibuat Bappenas, menggandeng para ahli epidemiologi dan merujuk ketentuan yang disyaratkan WHO, pelonggaran bisa dilakukan bila tingkat penyebaran virus yang diukur dari angka reproduksi efektif (Rt) virus harus di bawah 1,0. 

Angka Rt atau reproduction ini menandakan tingkat penularan potensial. Satu orang berpotensi menularkan ke sejumlah orang sesuai angka Rt, sementara angka Rt di bawah 1,0 berarti sudah tidak ada potensi penularan.

"Berdasarkan data yang dihimpun Bappenas per 18 Mei 2020, tingkat reproduksi kasus efektif secara nasional masih di atas 1,0. Dan hanya DKI Jakarta juga Jawa Barat yang Rt-nya sedikit di bawah 1,0," ujarnya.

Namun, kata dia, untuk wilayah DKI Jakarta masih harus mempertahankan Rt di bawah 1,0 selama 14 hari ke depan sejak 18 Mei 2020 sebagai ketentuan yang dipersyaratkan WHO untuk pelonggaran PSBB.

Sedangkan untuk Jawa Barat, meskipun Rt kurang dari 1,0, namun masih ada catatan karena beberapa wilayahnya di area Jabodetabek seperti Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, dan lainnya masih menunjukkan Rt di atas 1,0.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jabar Virus Corona covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top