Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sidang Isbat Lebaran 2020: Tertutup, Ormas Islam Pantau Secara Virtual

 Kementerian Agama menggelar sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal 1441 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2020, pada hari ini, Jumat (22/5/2020) sore.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 22 Mei 2020  |  19:06 WIB
Loading the player ...
Seminar Sidang Isbat 1 Syawal 1441 H

Bisnis.com, JAKARTA –  Kementerian Agama menggelar sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal 1441 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2020, pada hari ini, Jumat (22/5/2020) sore.

Sidang isbat digelar di Kantor Kementerian Agama dan dimpimpin Menteri Agama Fachrul Razi. Karena saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19, maka sidang isbat dilakukan dengan menggunakan protokol kesehatan.

Sidang isbat berlangsung tertutup ini diikuti Menteri Agama Fachrul Razi, Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi, Ketua Komisi VIII Yandri Susanto, Ketua MUI KH Abdullah Jaidi, dan Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin. Adapun ormas Islam mengikuti secara virtual.

Dalam siding itu, pakar astronomi dari Tim Falakiyah Kementerian Agama Cecep Nurwendaya menegaskan bahwa tidak ada referensi empirik visibilitas (ketampakan) hilal awal Syawal 1441H bisa teramati di seluruh wilayah Indonesia pada hari Jumat (22/5/2020).

 “Semua wilayah Indonesia memiliki ketinggian hilal negatif antara minus 5,29 sampai dengan minus 3,96 derajat. Hilal terbenam terlebih dahulu dibanding matahari,” terang Cecep, dikutip dari kemenag.go.id, Jumat (22/5/2020). 

Cecep menuturkan, Kementerian Agama melalui Tim Falakiyah melakukan pengamatan hilal di 80 titik di seluruh Indonesia. 

Menurut Cecep, penetapan awal bulan hijriyah didasarkan pada hisab dan rukyat. Proses hisab sudah ada dan dilakukan oleh hampir semua ormas Islam.

“Saat ini, kita sedang melakukan proses rukyat, dan sedang menunggu hasilnya,” terang Cecep.

“Secara hisab, awal Syawal 1441H jatuh pada hari Minggu. Ini sifatnya informastif, konfirmasinya menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat,” tambahnya.

Rukyat adalah observasi astronomis. Karena itu, lanjut Cecep, harus ada referensinya. Cecep mengatakan bahwa kalau ada referensinya diterima, sedang kalau tidak berarti tidak bisa dipakai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian agama sidang isbat
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top