Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jepang Cabut Status Darurat Osaka, Tokyo Tetap Siaga

Perdana Menteri Shinzo Abe diperkirakan akan meresmikan keputusan itu setelah mendengar laporan dari panel penasehat pemerintah.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 21 Mei 2020  |  10:09 WIB
Pejalan kaki menikmati sakura yang bermekaran di tepi Sungai Sumida, Tokyo, Jepang - Bloomberg/Loulou D\'Aki
Pejalan kaki menikmati sakura yang bermekaran di tepi Sungai Sumida, Tokyo, Jepang - Bloomberg/Loulou D\\\'Aki

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Jepang mencabut status darurat untuk Osaka pada hari ini, Kamis (21/5/2020), meskipun tetap mempertahankan kebijakan pembatasan untuk Tokyo karena masih ada penambahan kasus di atas ambang batas pemerintah.

Dilansir Bloomberg, Kamis (21/5/2020), Menteri Ekonomi Yasutoshi Nishimura mengatakan sudah saatnya mengangkat kebijakan pembatasan untuk Osaka dan dua prefektur lain yang berdekatan. Namun, hal ini tidak berlaku untuk Tokyo.

Perdana Menteri Shinzo Abe diperkirakan akan meresmikan keputusan itu setelah mendengar laporan dari panel penasehat pemerintah. Namun, deklarasi darurat akan tetap berlaku untuk Tokyo dan prefektur di sekitarnya, serta pulau utara Hokkaido.

Sementara itu, Jepang telah melihat penurunan yang stabil dalam infeksi baru yang dikonfirmasi selama beberapa minggu terakhir. Jumlah keseluruhan kasus dan kematian berada di antara yang terendah di antara negara-negara demokrasi terkemuka Kelompok Tujuh (G7).

Abe minggu lalu mengangkat keadaan darurat untuk 39 dari 47 prefektur di negara itu. Sisa prefektur yang masih dalam status darurat akan segera dilakukan hal serupa.

Mengangkat keadaan darurat akan membantu membuka kembali ekonomi yang tenggelam kuartal terakhir ke dalam resesi. Abe mengatakan pekan lalu bahwa pemerintah sedang menyiapkan anggaran tambahan kedua untuk membantu masyarakat dan bisnis yang terpukul karena pandemi.

Paket tersebut termasuk bantuan untuk sewa dan meningkatkan subsidi maksimum untuk pekerja cuti hingga 15.000 yen (US$140) per hari.

Masalah bagi ekonomi terbesar ketiga di dunia itu kemungkinan akan semakin dalam karena rumah tangga membatasi pengeluaran untuk kebutuhan pokok dan perusahaan mengurangi investasi, produksi dan mempekerjakan untuk tetap bertahan.

Analis melihat kontraksi 21,5 persen kuartal ini, rekor untuk data resmi sejak 1955.

Tokyo, prefektur tetangga Kanagawa dan Hokkaido, kasus infeksinya sedikit di atas ambang batas pemerintah dari 0,5 kasus baru per 100.000 orang dalam seminggu.

Keadaan darurat, pertama kali dinyatakan di beberapa daerah pada 6 April 2020, memungkinkan pemerintah daerah untuk mememerintah bisnis berhenti beroperasi dan mendesak warga untuk tinggal di rumah, meskipun tidak ada hukuman untuk mereka yang tidak mematuhi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang Virus Corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top