Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bos Fed Perkirakan Pemulihan Ekonomi AS hingga Akhir 2021

Dengan asumsi tidak ada gelombang kedua pandemi, Jerome Powell menuturkan proses pemulihan bisa dimulai pada paruh kedua tahun ini.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 18 Mei 2020  |  10:35 WIB
Federal Reserve Board Chairman Jerome Powell. -  REUTERS / Yuri Gripas
Federal Reserve Board Chairman Jerome Powell. - REUTERS / Yuri Gripas

Bisnis.com, JAKARTA - Pemulihan ekonomi AS diperkirakan akan berlangsung hingga akhir tahun depan dan bergantung pada ketersediaan vaksin.

Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengatakan, dengan asumsi tidak ada gelombang kedua pandemi, proses pemulihan bisa dimulai pada paruh kedua tahun ini.

"Agar ekonomi pulih sepenuhnya, orang harus sepenuhnya percaya diri, dan itu mungkin harus menunggu kedatangan vaksin," kata Powell dilansir Bloomberg, Senin (18/5/2020).

Lebih dari 36 juta orang Amerika telah kehilangan pekerjaan sejak Februari karena ekonomi tutup untuk membatasi penyebaran virus.

Perusahaan yang tak terhitung jumlahnya, terutama bisnis kecil, mengalami kebangkrutan, sementara negara bagian dan kota menghadapi kekurangan anggaran yang dapat memprovokasi gelombang kedua PHK besar-besaran dari sektor publik.

Mengatasi hal itu, Powell telah memangkas suku bunga menjadi nol, membanjiri pasar keuangan dengan triliunan dolar likuiditas, dan meluncurkan sembilan fasilitas pinjaman darurat untuk menjaga kredit mengalir dalam perekonomian.

Beberapa investor bertaruh bahwa Fed mungkin terdorong untuk mengikuti bank sentral lain dalam mengadopsi suku bunga negatif, yang berulang kali diminta oleh Presiden Donald Trump. Pejabat Fed termasuk Powell secara konsisten menolak ide ini.

"Saya terus berpikir, dan rekan-rekan saya di Komite Pasar Terbuka Federal terus berpikir, bahwa suku bunga negatif mungkin bukan kebijakan yang sesuai atau berguna bagi kita di sini di Amerika Serikat," katanya.

Dia melanjutkan, tidak ada temuan yang jelas bahwa itu benar-benar mendukung kegiatan ekonomi.

Powell mengatakan orang tidak boleh bertaruh terhadap ekonomi Amerika dan dengan tegas menolak gagasan bahwa negara itu akan mengalami Depresi Hebat kedua. Namun, dia berhati-hati untuk tidak menjanjikan lompatan pemulihan cepat berbentuk V.

"Ekonomi ini akan pulih. Mungkin perlu waktu. Itu bisa terjadi hingga akhir tahun depan. Kami benar-benar tidak tahu," lanjutnya.

Powell juga menekankan bahwa bank sentral tidak kehabisan opsi untuk membantu perekonomian.

"Ada banyak lagi yang bisa kita lakukan. Kami telah melakukan apa yang kami bisa, tapi saya akan mengatakan bahwa kami tidak kehabisan amunisi, "katanya.

Powell mencatat bahwa Fed dapat meningkatkan program pinjaman daruratnya dan membuat kebijakan moneter lebih mendukung melalui panduan ke depan dan dengan menyesuaikan strategi pembelian aset Fed.

Hal itu bisa menjadi referensi terselubung untuk kontrol kurva imbal hasil, di mana Fed berjanji untuk menahan imbal hasil hingga jatuh tempo tertentu pada tingkat tertentu, seperti yang telah dilakukan Bank Jepang. Beberapa analis memperkirakan Fed akan bergerak ke arah itu akhir tahun ini.

Pernyataan Powell mengikuti peringatan seriusnya bahwa ekonomi AS menghadapi bahaya abadi dari pandemi jika pemerintah mengantisipasi dengan baik.

Komentar itu menambahkan dukungan pada seruan untuk pengeluaran kongres yang lebih banyak karena Demokrat mendorong bantuan virus baru senilai US$3 triliun di atas paket rekor US$2,2 triliun yang disepakati pada Maret.

Pada Jumat pekan lalu, DPR meloloskan langkah itu, meskipun tidak memiliki masa depan di Senat yang dipimpin Partai Republik.

Powell menolak untuk ditarik ke dalam perdebatan tentang kapan ekonomi AS harus dibuka kembali. Dia mengatakan itu harus dilakukan dengan hati-hati untuk meminimalkan risiko memicu lebih banyak infeksi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi as federal reserve

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top