Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AS vs China: Xiaoming Sebut Amerika Rusak Kredibilitas China

Pemerintah Cina mengaku sudah biasa diserang Amerika Serikat (AS) terkait tuduhan pandemi Covid-19. Pihak China menyebut tuduhan-tuduhan terkait Corona bukanlah serangan pertama yang didapat China dari AS menyusul tuduhan terbaru bahwa China mencoba meretas data riset vaksin virus Covid-19 di Amerika.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 Mei 2020  |  09:57 WIB
Bendera China dikibarkan di lapangan Tiananmen untuk menyambut the Belt and Road Forum atau KTT Jalur Sutra, di Beijing, China, Sabtu (13/5). - Reuters
Bendera China dikibarkan di lapangan Tiananmen untuk menyambut the Belt and Road Forum atau KTT Jalur Sutra, di Beijing, China, Sabtu (13/5). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah China mengaku sudah biasa diserang Amerika Serikat (AS) terkait tuduhan pandemi Covid-19. Pihak China menyebut tuduhan-tuduhan terkait Corona bukanlah serangan pertama yang didapat China dari AS menyusul tuduhan terbaru bahwa China mencoba meretas data riset vaksin virus Covid-19 di Amerika.

"Hal tersebut bukan yang pertama kalinya di mana Amerika membuat tuduhan mengada-ada untuk China," ujar Duta Besar China untuk Inggris, Liu Xiaoming, sebagaimana dikutip dari Sky News, Jumat (15/5/2020).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Biro Investigasi Federal Amerika (FBI) menyatakan jaringan peretas asal China berusaha mencuri data penelitian vaksin virus Corona yang sedang berlangsung. Dalam keterangannya, data-data tersebut meliputi data vaksin, obat, pengujian, peneliti, dan organisasi yang dilibatkan dalam penelitian.

China sudah membalas tuduhan tersebut. Kepada AS, Pemerintah Cina menyebut FBI mengeluarkan peringatan didasarkan prasangka buruk dan tanpa bukti.

Xiaoming beranggapan AS hanya berusaha merusak kredibilitas China dan segala upaya yang dilakukan terkait virus Corona lewat tuduhan-tuduhan mereka. Ia menyayangkan hal tersebut karena dengan situasi sekarang lebih baik negara-negara berkolaborasi untuk menemukan vaksin Covid-19.

"(Tuduhan peretasan) bukanlah satu-satunya upaya mereka untuk menjatuhkan kerjasama internasional dalam pencarian vaksin virus Corona. Saya rasa vaksin akan menjadi solusi terakhir dari masalah ini," ujar Xiaoming soal AS.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat covid-19

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top