Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Orang-Orang Bersenjata Menyamar Polisi Serang Rumah Sakit, 2 Bayi Baru Lahir Tewas  

Orang-orang bersenjata yang menyamar sebagai polisi menyerang sebuah rumah sakit di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, pada Selasa (12/5/2020), membunuh 16 orang termasuk dua bayi yang baru lahir
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Mei 2020  |  10:36 WIB
Pasukan keamanan Afghanistan./Antara - Reuters
Pasukan keamanan Afghanistan./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Orang-orang bersenjata yang menyamar sebagai polisi menyerang sebuah rumah sakit di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, pada Selasa (12/5/2020), membunuh 16 orang termasuk dua bayi yang baru lahir dari klinik persalinan yang dijalankan organisasi kemanusiaan internasional Doctors Without Borders.

Dalam satu serangan terpisah pada hari yang sama, seorang pembom bunuh diri menghantam penguburan seorang komandan polisi, yang dihadiri para pejabat pemerintah dan seorang anggota parlemen, di Provinsi timur Nangahar, membunuh sedikitnya 24 orang dan melukai 68. Pihak berwenang mengatakan korban bisa bertambah.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas salah satu serangan itu. Taliban, kelompok pemberontak utama yang mengatakan pihaknya telah menghentikan serangan atas kota-kota di bawah perjanjian penarikan pasukan Amerika Serikat (AS), menolak terlibat dalam kedua serangan itu.

Kelompok militan IS beroperasi di Nangahar dan telah melakukan sejumlah serangan mematikan di Kabul beberapa bulan belakangan. Pada Senin (11/5/2020), pasukan keamanan menangkap pemimpin wilayah IS di ibu kota.

Kekerasan itu, saat negara berjuang melawan pandemi Covid-19, berisiko menggagalkan gerakan menuju pembicaraan damai yang ditengahi AS antara Taliban dan pemerintah Afghanistan yang lama meragukan kesediaan pemberontak mengakhiri serangan.

Foto-foto Kementerian Dalam Negeri memperlihatkan dua anak muda terbaring tewas di dalam rumah sakit. Satu gambar menunjukkan seorang perempuan yang terbunuh tergeletak di lantai masih memegang erat bayinya, yang masih hidup dan telah dipindahkan ke unit perawatan intensif di rumah sakit lain, kata seorang perawat mengonfirmasi kepada Reuters.

Presiden Ashraf Ghani mengutuk serangan itu dan mengatakan dia memerintahkan militer untuk beralih ke cara ofensif ketimbang posisi defensif yang mereka ambil saat AS menarik pasukan dan mencoba menengahi pembicaraan.

"Untuk memberi keamanan di tempat-tempat umum dan untuk menghalangi serangan dan ancaman dari Taliban dan kelompok teroris lain, Saya perintahkan pasukan keamanan Afghanistan mengganti dari cara bertahan aktif menjadi cara ofensif dan memulai operasi melawan musuh," katanya dalam pidato yang ditayangkan televisi.

Sementara Penasihat Keamanan Nasional Hamdullah Mohib mengatakan di Twitter: "Tampaknya kecil kemungkinan terus melibatkan Taliban dalam pembicaraan perdamaian."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

afghanistan ISIS

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top