Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Update Covid-19: Angka Kematian Lampaui 250.000, California Longgarkan Lockdown

Jumlah kasus kematian akibat Covid-19 di seluruh dunia mencapai total 251.960 jiwa, dengan jumlah kematian terbanyak masih diduduk Amerika Serikat dengan 69.722 jiwa.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 05 Mei 2020  |  07:46 WIB
Sebuah mobil bersiap membawa jenazah korban virus corona di Guayaquil, Ekuador. Kota itu belakangan berpenampilan horor akibat begitu banyak jenazah diletakkan di tepi-tepi jalan akibat pemerintah dan masyarakat tak lagi mampu menangani korban virus Covid-19. - Bloomberg
Sebuah mobil bersiap membawa jenazah korban virus corona di Guayaquil, Ekuador. Kota itu belakangan berpenampilan horor akibat begitu banyak jenazah diletakkan di tepi-tepi jalan akibat pemerintah dan masyarakat tak lagi mampu menangani korban virus Covid-19. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Jumlah kasus kematian akibat virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 di seluruh dunia melampaui 250.000 jiwa hingga hari ini, Selasa (5/5/2020).

Dikutip dari www.worldometers.info, jumlah kasus kematian akibat Covid-19 di seluruh dunia mencapai total 251.960 jiwa, dengan jumlah kematian terbanyak masih diduduk Amerika Serikat dengan 69.722 jiwa.

Negeri Paman Sam ini mencatat 1.125 kasus kematian baru dalam 24 jam terakhir, angka kematian harian terendah sejak awal April 2020.

Menyusul Amerika Serikat, Italia mencatat angka kematian tertinggi dengan 29.079 orang, disusul Inggris, Spanyol, dan Prancis sebanyak 28.734, 25.428, dan 25.2015 korban jiwa.

Secara jumlah kasus, AS mencatat jumlah infeksi sebanyak 1,21 juta jiwa hingga hari ini, meningkat 24.204 kasus dalam 24 jam terakhir, yang terendah sejak akhir Maret. Bahkan di New York, jumlah infeksi harian merupakan yang terendah sejak pertengahan Maret dengan 3.491 infeksi baru dalam 24 jam terakhir.

Berturut-turut menyusul banyaknya jumlah kasus di AS adalah Spanyol, Italia, Inggris, Prancis, dan Jerman (lihat tabel).

Sementara itu, negara bagian California akan mulai melonggarkan lockdown pada hari Jumat dengan mengijinkan toko menjual barang-barang seperti buku, pakaian, dan bunga secara terbatas.

Gubernur Gavin Newsom mengumumkan perubahan pada hari Senin, mengatakan negara bagian yang paling padat penduduknya di AS ini telah memperlambat penyebaran virus dan memungkinkan lebih banyak aktivitas komersial.

Sambil tunduk pada tekanan dari daerah pedesaan, Newsom mengatakan, masing-masing daerah dapat melonggarkan aturan wajib tinggal di rumah lebih jauh, jika mereka secara efektif dapat melacak infeksi.

"Kami benar-benar ada pada suatu titik momentum penguatan dalam pandemi ini," kata Newsom, Senin (4/5), seperti dikutip Bloomberg.

Negara bagian itu melaporkan 39 kematian baru pada Senin, angka terendah dalam tiga minggu terakhir.

 

Update Virus Corona 10 Negara Teratas
NegaraJumlah Kasus TerbanyakJumlah Korban JiwaJumlah Pasien Sembuh
Amerika Serikat1.212.32669.722187.283
Spanyol248.30125.428151.633
Italia211.93829.07982.879
Inggris190.58428.734N/A
Prancis169.46225.20151.371
Jerman166.1526.993132.700
Rusia145.2681.35618.095
Turki127.6593.46168.166
Brazil107.8447.32845.815
Iran98.6476.27779.379

Sumber: worldometers

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top