Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Sederet Film Layak Ditonton yang Berkaitan dengan Pers

Setiap tanggal 3 Mei diperingati sebagai Hari Pers Sedunia yang antara lain ditujukan untuk merayakan prinsip-prinsip dasar kebebasan pers.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 Mei 2020  |  13:42 WIB
Hari Kebebasan Pers Sedunia diperingati setiap tanggal 3 Mei. - UNESCO
Hari Kebebasan Pers Sedunia diperingati setiap tanggal 3 Mei. - UNESCO

Bisnis.com, JAKARTA — Setiap tanggal 3 Mei diperingati sebagai Hari Kebebasan Pers Sedunia atau World Press Freedom Day yang ditujukan untuk merayakan prinsip-prinsip dasar kebebasan pers dan mempertahankan hak tersebut, serta sebagai penghormatan kepada jurnalis yang telah kehilangan nyawa mereka dalam menjalankan tugas.

Seiring dengan berjalannya waktu, pergerakan ini tidak hanya dicurahkan melalui tulisan hingga aksi di jalan, tetapi juga ke dalam bentuk lain, tak terkecuali film.

Berikut sejumlah film yang menyoroti perjuangan, kehidupan, dan kebebasan pers yang cocok untuk ditonton pada Hari Pers Sedunia.

All the President's Men (1976)

Film ini mengisahkan skandal Watergate, yang menjatuhkan Presiden Richard M. Nixon. Disutradarai oleh Alan J. Pakula dengan skenario oleh William Goldman, film ini didasarkan pada buku nonfiksi karya Carl Bernstein dan Bob Woodward yang rilis pada 1974 dengan judul sama.

Bernstein (Robert Redford) dan Woodward (Dustin Hoffman) merupakan dua jurnalis yang menyelidiki skandal Watergate untuk The Washington Post.

The Insider (1999)

Film disutradarai oleh Michael Mann, diadaptasi dari artikel Vanity Fair yang ditulis oleh Marie Brenner berjudul The Man Who Knew Too Much.

Film ini dibintangi oleh Al Pacino dan Russell Crowe, dengan aktor pendukung termasuk Christopher Plummer, Bruce McGill, Diane Venora, Michael Gambon, dan dinominasikan untuk tujuh Academy Awards, termasuk Film Terbaik dan Aktor Terbaik dalam Peran Utama (untuk Russell Crowe).

Shattered Glass (2003)

Film yang ditulis dan disutradarai oleh Billy Ray diadaptasi dari sebuah artikel dari Vanity Fair buatan H.G. Bissinger pada September 1998.

artikel tersebut berkisah tentang karier jurnalistik Stephen Glass di The New Republic pada pertengahan 1990-an dan bagaimana kecurangan jurnalistiknya terungkap.

Film ini dibintangi oleh Hayden Christensen, Peter Sarsgaard, Chloë Sevigny, Hank Azaria, Melanie Lynskey, dan Steve Zahn.

Zodiac (2007)

zodiac

Zodiac adalah film thriller-misteri yang disutradarai oleh David Fincher dan skenarionya diadaptasi dari buku nonfiksi dengan judul yang sama oleh Robert Graysmith yang terbit pada 1986.

Film yang dibintangi Jake Gyllenhaal, Mark Ruffalo, dan Robert Downey Jr. ini menceritakan kisah perburuan Zodiac Killer, seorang pembunuh berantai yang meneror San Francisco Bay Area selama akhir 1960-an dan awal 1970-an.

Pelaku terkenal dengan aksinya mengejek polisi dengan surat-surat, pakaian berlumuran darah, dan cipher dikirim ke kantor surat kabar. Kasus ini tetap menjadi salah satu kejahatan tak terpecahkan paling terkenal di Amerika Serikat.

Nightcrawler (2014)

NIGHTCRAWLER

Jika film-film sebelumnya berkisah tentang perjuangan jurnalis mengungkapkan sebuah kasus, Nightcrawler, yang disutradarai oleh Dan Dilroy mengangkat kisah yang menggugah pemikiran penonton mengenai moral dalam jurnalistik.

Film fiksi ini berkisah tentang Lou Bloom (Jake Gyllenhaal), seorang pemuda yang sulit mendapat kerja. Setelah bertemu dengan seorang jurnalis lepas, dia lalu mendapat ide untuk menghasilkan uang dengan menjual hasil liputan lapangan ke stasiun televisi, apa pun yang terjadi.

Spotlight (2015)

spotlight

Film drama biografi-kriminal yang disutradarai oleh Tom McCarthy mengisahkan berdasarkan kasus pelecehan seksual terhadap anak oleh beberapa pastur gereja Katolik Roma di Boston, yang diungkapkan oleh tim jurnalis investigasi Spotlight dari kantor berita The Boston Globe.

Film ini dibintangi oleh Mark Ruffalo, Michael Keaton, Rachel McAdams, John Slattery, Brian d'Arcy James, dan Liev Schreiber sebagai anggota tim jurnalis. Film ini menjadi film terbaik dan naskah original terbaik dalam ajang Academy Awards 2016.

The Post (2017)

The Post

Berlatarkan tahun 1971, film gaya dokumenter The Post menggambarkan kisah nyata upaya para jurnalis di The Washington Post untuk menerbitkan Pentagon Papers.

Artikel tersebut terdiri atas set tebal dokumen rahasia mengenai keterlibatan pemerintah Amerika Serikat dalam Perang Vietnam (1961—1975) dan sebelumnya di Indocina Perancis kembali ke era 1940-an dan akhir Perang Dunia II (1939/1941—1945).

Disutradarai oleh Stephen Spielberg, film ini turut dibintangi oleh Meryl Streep dan Tom Hanks yang mendapatkan ulasan yang cukup positif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Film pers

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top