Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Olimpiade Jepang 2021 Sulit Terlaksana, Ini Komentar Pakar Kesehatan

Pakar kesehatan melihat penyebaran dan infeksi di berbagai negara pada masih akan berlangsung pada musim panas tahun depan, sehingga sulit untuk mengadakan Olimpiade saat itu
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 02 Mei 2020  |  09:19 WIB
Warga berfoto di depan logo Olimpiade di dekat New National Stadium, yang berperan sebagai venue utama untuk Olimpiade Tokyo 2020 dan Paralympic 2020, di Tokyo, Jepang, Rabu (19/2/2020). - Bloomberg/Noriko Hayashi
Warga berfoto di depan logo Olimpiade di dekat New National Stadium, yang berperan sebagai venue utama untuk Olimpiade Tokyo 2020 dan Paralympic 2020, di Tokyo, Jepang, Rabu (19/2/2020). - Bloomberg/Noriko Hayashi

Bisnis.com, JAKARTA - Olimpiade Tokyo yang ditunda hingga tahun 2021 diperkirakan sulit terlaksana karena pandemi virus belum sepenuhnya reda hingga tahun depan.

Beberapa pakar kesehatan melihat penyebaran dan infeksi di berbagai negara pada masih akan berlangsung pada musim panas tahun depan, sehingga sulit untuk mengadakan acara internasional berskala besar.

Dalam skenario seperti itu, para tamu dan atlet dari lebih dari 200 negara dan wilayah akan membutuhkan pengujian dan karantina yang luas. Proses logistik untuk penanganan ini dinilai tidak layak.

"Jepang mungkin dapat menerima gelombang virus pada pertandingan tahun depan, tetapi daerah lain seperti AS, Afrika atau Brasil mungkin tidak," kata professor tamu di di Fakultas Kedokteran Universitas Keio Norio Sugaya.

Alhasil, kondisi ini akan menciptakan kondisi yang tidak merata. "Akan sulit untuk menyelenggarakan Olimpiade," tambahnya.

Kekhawatiran Sugaya juga diutarakan oleh Yoshito Niki, seorang profesor tamu penyakit menular di Universitas Showa.

Dia memperingatkan bahwa dunia akan membutuhkan setidaknya dua tahun untuk menekan virus ini ketika infeksi kembali muncul di belahan utara dan selatan, ketika wilayah ini memasuki musim dingin.

Jika pertandingan harus dimajukan sebelum musim dingin, maka penonton tidak boleh diizinkan masuk dan atlet harus melakukan perjalanan ke Jepang sebulan sebelum periode tersebut.

"Hal itu menimbulkan pertanyaan apakah acara Olimpiade tersebut akan layak," katanya.

Jika tes dan karantina diwajibkan bagi para penonton dan atlit maka kondisi ini akan memerlukan tugas logistik masif. Penjadwalan ulang setiap pertandingan akan mencakup pengaturan ulang kontraktor, pengamanan lokasi, koordinasi seluruh pemangku kepentingan.

Ini memerlukan dana miliaran dolar dari dukungan sponsorship dan hak siar. Niki menuturkan pengembahan vaksin yang tepat waktu bisa menjadi harapan. Namun, hal tersebut memerlukan waktu hingga tiga tahun lamanya.

Berdasarkan data WHO, sebanyak 100 riset untuk penemuaan vaksin masih dalam tahapan pengembangan. Sugaya menambahkan hal ini memerlukan waktu satu tahun untuk meyakinkan efektivitas dan keamanan vaksin tersebut.

Dikutip dari Kyodo News, Menteri Olimpiade Jepang Seiko Hashimoto menuturkan Olimpiade tidak akan bergantung pada pengembangan vaksin.

Sementara itu, panitia dan pejabat pemerintah Jepang mengatakan bahwa jika pertandingan tidak mungkin dilakukan pada 2021, maka Olimpade kemungkinan akan dibatalkan.

Olimpiade telah dijadwalkan kembali untuk 23 Juli hingga 8 Agustus 2021. "Jika virus tidak dapat dihentikan pada saat itu, Olimpiade akan sulit dilakukan dalam bentuk lengkapnya," kata Perdana Menteri Shinzo Abe minggu lalu.

Kendati demikian, panitia pengorganisasian Tokyo 2020 akan terus bekerja sama dengan Komite Olimpiade Internasional dan WHO.

Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara Masa Takaya. "Sehubungan dengan perkembangan virus Corona, kami tidak berspekulasi," ujarnya seperti dikutip dari Bloomberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Olimpiade 2020

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top