Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekonomi Hong Kong Diramal Bakal Kontraksi hingga 7 Persen di 2020

Perekonomian Hong Kong diramal bakal lebih buruk dibandingkan dengan periode krisis 1998 dan krisis keuangan 2009.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 29 April 2020  |  16:11 WIB
Bangunan residensial di Hong Kong. - Bloomberg/Justin Chin
Bangunan residensial di Hong Kong. - Bloomberg/Justin Chin

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Keuangan Hong Kong Paul Chan memperkirakan ekonomi kota akan terkontraksi pada kisaran 4 persen-7 persen sepanjang tahun ini di tengah pandemi global virus corona (Covid-19).

Proyeksi ini jauh lebih buruk dari estimasi awal yang dia sampaikan pada Februari 2020 lalu dengan kisaran produk domestik bruto 2020 sebesar -1,5 persen hingga 0,5 persen.

"Pembacaan produk domestik bruto kuartal pertama yang jatuh tempo pada 4 Mei mungkin lebih buruk daripada yang dialami Hong Kong selama krisis keuangan global dan gejolak keuangan Asia," kata Chan kepada Dewan Legislatif seperti dikutip melalui Bloomberg, Rabu (29/4).

Catatan Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong, menunjukkan ekonomi kota tersebut turun 8,3 persen pada kuartal III/1998 dan 7,8 persen pada kuartal I/2009, yang merupakan dua pembacaan kuartalan terburuk untuk ukuran data tahun-ke-tahun sejak 1974.

Hong Kong telah terperosok dalam resesi sejak paruh kedua tahun lalu akibat kerusuhan politik memicu penurunan ritel, pariwisata dan layanan bahkan sebelum virus mewabah.

Langkah-langkah pembatasan sosial untuk memerangi virus corona hanya memperburuk keadaan.

Iris Pang, kepala ekonom Cina yang lebih besar dengan ING Bank NV di Hong Kong, memperkirakan kontraksi ekonomi 10% untuk kuartal I/2020. Dia juga melihat pengangguran meningkat hingga 10 persen tahun ini.

"Bisnis pariwisata, ritel, dan katering Hong Kong terpukul dua kali, pertama oleh aksi protes tahun lalu dan Covid-19," katanya.

Ancaman kembali berlangsungnya aksi protes anti-pemerintah seperti tahun lalu, begitu virus itu memudar, akan semakin menekan ekonomi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hong kong Virus Corona
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top