Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelaku Illegal Fishing yang Tenggelam di Natuna Belum Ditemukan

Pencarian sudah dilakukan dengan tim gabungan dari Malaysia dan Vietnam. Kapal bernomor BD 92039 TS ini tenggelam kala akan ditindak pada 20 April 2020 lalu.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 29 April 2020  |  18:57 WIB
ilustrasi. Anggota Polisi Air (Polair) meledakkan kapal nelayan asing di kawasan perairan Medan Belawan, Sumatra Utara, Sabtu (1/4). - Antara/Septianda Perdana
ilustrasi. Anggota Polisi Air (Polair) meledakkan kapal nelayan asing di kawasan perairan Medan Belawan, Sumatra Utara, Sabtu (1/4). - Antara/Septianda Perdana

Bisnis.com, JAKARTA - Pencarian terhadap nelayan pelaku illegal fishing yang tenggelam di Laut Natuna Utara masih belum menemukan hasil.

Tim SAR bersama Ditjen PSDKP-KKP, BASARNAS, TNI AL, Coast Guard Vietnam, dan Basarnas Malaysia masih menyisir lokasi tenggelamnya kapal BD 92039 TS yang ditumpangi pelaku illegal fishing itu.

"Selain dengan KP. Orca 03, KP. Orca 02, KP. Hiu Macan dan KP. Hiu Macan Tutul 02 yang bersama-sama dengan KMN Pulau Nipah dan KRI Bontang, kami juga menggunakan pesawat air surveillance untuk melakukan penyisiran di lokasi," ujar Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono, Rabu (29/4/2020).

Pung juga menjelaskan walaupun mereka pelaku illegal fishing yang tenggelam karena melakukan perlawanan, KKP tidak abai atas insiden kemanusiaan tersebut. "Semua aparat di lapangan masih terus berupaya melakukan hal terbaik kaitannya dengan pencarian dan penyelamatan awak kapal yang tenggelam," tuturnya.

Adapun insiden tenggelamnya kapal ikan asing berbendera Vietnam di Laut Natuna Utara terjadi pada 20 April 2020. Kapal tersebut melakukan upaya perlawanan dengan manuver berbahaya dan menabrakkan kapal mereka dengan KP. Orca 03 milik KKP yang akan melakukan Penghentian, Pemeriksaan dan Penahanan.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Tb Haeru Rahayu menjelaskan bahwa upaya yang dilakukan oleh KKP dan instansi terkait lainnya baik yang berasal dari Indonesia maupun negara tetangga merupakan bagian dari operasi kemanusiaan. Di luar insiden perlawanan serta illegal fishing yang sudah dilakukan, KKP tetap mengedepankan aspek humanitas.

"Di luar illegal fishing yang dilakukan, joint rescue ini merupakan bagian dari tindakan kemanusiaan dan bentuk keprihatinan atas insiden tenggelamnya KIA berbendera Vietnam tersebut," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

basarnas ilegal fishing
Editor : Andya Dhyaksa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top