Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Data Covid-19 Berbeda, Kemenkes Bantah Tutup Data dan Informasi Corona

Ihwal perbedaan data, dia menerangkan, hal itu terjadi ketika proses pengolahan data dari laboratorium jejaring dan dinas kesehatan daerah sampai ke Public Health Emergency Operation Center (PHEOC) Kemenkes terjadi pada saat cut off point time yaitu per jam 12 siang.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 28 April 2020  |  11:12 WIB
Juru Bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Juru Bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA -  Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Didik Budijanto menampik dugaan adanya upaya menutupi data dan informasi terkait penanganan Covid-19 di Indonesia.

“Terus terang saja, tidak ada yang tertutupi,” kata Didik saat memberi keterangan pers di Graha Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB), Jakarta, pada Selasa (28/4/2020).

Ihwal perbedaan data, dia menerangkan, hal itu terjadi ketika proses pengolahan data dari laboratorium jejaring dan dinas kesehatan daerah sampai ke Public Health Emergency Operation Center (PHEOC) Kemenkes terjadi  pada saat cut off point time yaitu per jam 12 siang.

“Sehingga ketika Pak Jubir (Yurianto) menyampaikan perkembangan, data itu dinamis dan terus berproses,” tuturnya.

Dengan demikian, menurut dia, Balitbangkes dan PHEC mesti memberikan batas waktu untuk menentukan data yang disiarkan ke masyarakat.

“Itu sebabnya Pak Jubir sering sampaikan batas waktu per jam 12 siang setiap harinya. Sehingga data di atas cut off point time akan masuk ke waktu berikutnya,”ujarnya.

Seperti diketahui, Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih sempat mengungkap bahwa dirinya pernah menyaksikan pasokan data di BNPB/Gugus Tugas Covid-19. Saat itu, d ia menyaksikan laporan dari rumah sakit secara real time, dan ada 1.300 kasus meninggal.  Dari jumlah itu, baru sekitar 300 an yang konfirmasi positif Covid-19.

Adapun ribuan pasien dalam pengawasan (PDP) belum memiliki hasil tes virus corona secara PCR, sehingga ketika meninggal tidak diketahui mereka positif atau negatif Covid-19.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkes Virus Corona
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top