Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kesuksesan Selandia Baru dan Australia Menahan Laju Wabah Corona

Selandia Baru sukses menahan sebaran virus corona dengan hanya ada satu kasus dalam seminggu terakhir, mereka pun bersiap membuka lockdown. Sedangkan Australia, hanya mencatat 16 kasus baru pada Minggu.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 27 April 2020  |  18:42 WIB
Suasana di depan Opera House, Sydney, di tengah lockdown, Senin (23/3/2020) -  Bloomberg/ Brendon Thorne
Suasana di depan Opera House, Sydney, di tengah lockdown, Senin (23/3/2020) - Bloomberg/ Brendon Thorne

Bisnis.com, JAKARTA - Selandia Baru mengumumkan telah menghentikan transmisi komunitas virus Corona (Covid-19). Hal tersebut dibuktikan dengan minimnya kasus baru dalam beberapa minggu terakhir.

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengklaim virus itu "saat ini" telah hilang. Namun, para pejabat telah memperingatkan untuk tidak berpuas diri, pasalnya hal tersebut tidak berarti akhir total dari kasus virus Corona.

Berita itu muncul beberapa jam sebelum Selandia Baru ditetapkan keluar dari tingkat pembatasan sosial terberatnya.

Mulai Selasa (28/4/2020) esok, beberapa kegiatan bisnis, kesehatan, dan pendidikan dapat dilanjutkan. Kedati, kebanyakan orang masih akan diminta untuk tetap di rumah setiap saat dan menghindari semua interaksi sosial.

Direktur Jenderal Kesehatan Selandia Baru, Ashley Bloomfield, mengatakan rendahnya jumlah kasus baru dalam beberapa hari terakhir memang memberi keyakinan bahwa negara itu telah mencapai tujuan positifnya.

Dia memperingatkan bahwa "penghapusan" tidak berarti tak akan ada kasus baru. "Namun itu berarti kita tahu dari mana kasus kita berasal," katanya seperti dikutip BBC Senin (27/4/2020).

Ardern mengatakan, "tidak ada transmisi komunitas luas yang tidak terdeteksi di Selandia Baru". "Kami telah memenangkan pertempuran. Namun negara harus tetap waspada," katanya.

Bagaimana Selandia Baru merespons virus ini?

Negara ini memberlakukan beberapa pembatasan terberat di dunia dalam perjalanan dan aktivitas sejak awal pandemi, ketika negara itu hanya memiliki beberapa lusin kasus.

Dia menutup perbatasannya, mulai memberlakukan karantina dari semua kedatangan ke negara tersebut, membawa penguncian yang ketat dan melakukan pengujian ekstensif dan operasi pelacakan kontak.

Pantai dan taman bermain ditutup pada tanggal 26 Maret, demikian pula kantor dan sekolah. Bar dan restoran juga ditutup, termasuk untuk dibawa pulang dan pengiriman.

Ardern mengatakan Selandia Baru bisa memiliki lebih dari 1.000 kasus sehari jika tidak melakukan lockdown begitu cepat.

Apa yang terjadi di Australia?

Di Australia, peningkatan infeksi juga melambat dalam beberapa minggu terakhir. Hanya ada 16 kasus Covid-19 yang dicatat pada hari Minggu.

Sama seperti di Selandia Baru, pemerintahnya dipuji atas tanggapannya terhadap krisis dan jajak pendapat menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap kepemimpinan negara telah meningkat.

Pembatasan mereda di beberapa daerah, dengan beberapa negara bagian berencana untuk melonggarkan aturan jarak sosial untuk mengizinkan pertemuan luar ruangan yang lebih besar minggu ini.

Australia Barat juga bergabung dengan Australia Selatan dalam memperluas batas pertemuan dua orang menjadi 10 orang secara nasional

Namun, sebagian besar warga Australia masih diharuskan untuk tinggal di rumah kecuali mereka memiliki alasan penting untuk bekerja, berbelanja, atau berolahraga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

australia Virus Corona covid-19
Editor : Andya Dhyaksa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top