Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Diduga karena Covid-19, Warga Korea Utara 'Panic Buying'

Warga negara Pyongyang, ibu kota Korea Utara dilaporkan melakukan panic buying terhadap bahan-bahan makanan pokok pada pekan ini sehingga membuat beberapa stok kosong.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 23 April 2020  |  16:50 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengunjungi perkebunan Chunghung didampingi para stafnya, di Samjiyon, Korea Utara (10/7/2018). - Reuters/KCNA
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengunjungi perkebunan Chunghung didampingi para stafnya, di Samjiyon, Korea Utara (10/7/2018). - Reuters/KCNA

Bisnis.com, JAKARTA - Warga Pyongyang, Ibu Kota Korea Utara dilaporkan melakukan panic buying terhadap bahan-bahan makanan pokok pada pekan ini sehingga membuat beberapa stok kosong.

Berdasarkan lapooran media setempat, NK News, dikutip Bloomberg, Kamis (23/4/2020), aksi panic buying tersebut kemungkinan diakibatkan ketatnya peraturan di Pyongyang untuk menanggulangi pandemi Covid-19.

Awalnya, kosongnya stok tersebut hanya terbatas pada buah-buah impor dan sayuran. Tetapi, lama kelamaan diikuti dengan bahan-bahan pokok lainnya.

Sebelumnya, Korea Utara menutup perbatasannya dengan China pada Januari lalu, ketika China mulai dilaporkan mengalami kenaikan kasus positif virus corona. Meski rezim Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bersikeras mengklaim bahwa tidak ada kasus positif  Covid-19 di negara tersebut, Amerika Serikat meragukan pernyataan itu.

Kekurangan makanan merupakan hal yang bisa terjadi di Korea Utara, salah satu negara dengan tingkat kemiskinan tertinggi. Bahkan pada 1990, kelaparan telah merenggut sekitar 10 persen dari populasi negara tersebut, berdasarkan estimasi banyak pihak.

Wabah virus corona berpotensi memperparah kondisi di Korea Utara. World Food Program (WFP) yang diinisiasi Perserikatan Bangsa-bangsa memperingatkan negara itu bahwa tekanan ekonomi akibat virus ini bakal memicu kelaparan di negara berkembang.

WFP yang juga beroperasi di Korea Utara ini menyebutkan sekitar 40 persen populasi di negara ini menderita kurang gizi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Korea Utara Virus Corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top