Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indonesia dan Malaysia Kerja Sama Cegah PMI Pulang Lewat Jalur Tikus

Pencegahan penggunaan jalur tikus, harus diperketat seiring dengan adanya larangan mudik yang sudah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 22 April 2020  |  15:02 WIB
Pekerja Migran Indonesia (PMI) menunggu pendataan oleh petugas BP3TKI saat tiba di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Minggu (27/5/2018). - ANTARA/Reza Novriandi
Pekerja Migran Indonesia (PMI) menunggu pendataan oleh petugas BP3TKI saat tiba di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Minggu (27/5/2018). - ANTARA/Reza Novriandi

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia telah meminta pemerintah Malaysia untuk meningkatkan penjagaan di titik yang seringkali menjadi jalan tikus bagi WNI yang hendak pulang ke Indonesia.

Plt. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan pemerintah RI melalui perwakilan di luar negeri telah melakukan koordinasi dengan pemerintah Malaysia untuk memastikan tidak ada tindakan ilegal atau melanggar hukum bagi WNI yang hendak kembali ke Tanah Air.

“Untuk itu, kegiatan pengawasan telah ditingkatkan di titik yang selama ini atau di masa lalu digunakan untuk kembali ke Indonesia. Pada intinya, pencegahan sudah dilakukan,” katanya saat press briefing, Rabu (22/4/2020)

Apabila, masih terjadi tindakan yang melanggar hukum, dia menegaskan pemerintah daerah memiliki kewenangan mengambil tindakan. Pencegahan penggunaan jalur tikus, imbuhnya, harus diperketat seiring dengan adanya larangan mudik yang sudah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo.

Hingga 21 April 2020, Kementerian Luar Negeri mencatat 64.412 WNI telah kembali ke Indonesia sejak pemerintah Malaysia pertama kali menerapkan movement control order (MCO).

Faiza memerinci, sebanyak 46.144 orang kembali melalui jalur melalui laut, 10.621 orang melalui darat, dan 7.647 orang melalui udara.

Di lain sisi, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan kedatangan TKI yang mencapai 505.000 orang dari Malaysia berpotensi menjadi masalah tersendiri dalam mencegah penyebaran virus corona di Indonesia.

Lebih lanjut, kepulangan TKI ini terangnya, tengah dikoordinasikan dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) guna pendataan sehingga dapat dilacak keberadaan TKI tersebut sehingga potensi penyebaran virus Corona tidak meluas.

Pada pertengahan April lalu, Badan Keamanan Laut (Bakamla) memergoki 47 pekerja migran Indonesia (PMI) yang pulang ke Indonesia melalui Perairan Nongsa Tanjung Mata Ikan, Batam.

Pada 10 April, sebanyak 53 WNI dari Malaysia juga diketahui memanfaatkan Pelabuhan di Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau untuk kembali ke Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia Virus Corona pekerja migran
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top