Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cegah Virus Corona, 31.000 Desa Aktif Pantau Pemudik

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menyebutkan 31.615 desa atau sekitar 42 persen dari seluruh desa di Indonesia telah aktif melakukan pemantauan serius terhadap pemudik.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 21 April 2020  |  14:35 WIB
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) berbincang dengan Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil (kiri) dan Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar (tengah) sebelum mengikuti rapat terbatas (ratas) tentang peningkatan peringkat pariwisata Indonesia di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/2/2020). - ANTARA / Hafidz Mubarak A
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) berbincang dengan Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil (kiri) dan Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar (tengah) sebelum mengikuti rapat terbatas (ratas) tentang peningkatan peringkat pariwisata Indonesia di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/2/2020). - ANTARA / Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menyebutkan 31.615 desa atau sekitar 42 persen dari seluruh desa di Indonesia telah aktif melakukan pemantauan serius terhadap pemudik.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar mengatakan pemantauan pemudik dilakukan di setiap desa untuk mencegah penyebaran Covid-19 di daerah seiring dengan aktivitas mudik jelan lebaran.

“Ini penting, karena dengan dilakukan pemantauan pemudik, relawan desa lawan Covid-19 bisa memberikan saran dan masukan tentang apa yang harus dilakukan jika ada pemudik atau pendatang,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (21/4/2020).

Abdul Halim berharap para perantau untuk sementara waktu menunda rencana mudik hingga Covid-19 berakhir. Namun, jika sangat terpaksa mudik, maka harus langsung melakukan isolasi diri ketika tiba di desa.

“Masyarakat yang di desa usahakan jangan ke kota. Karena kota adalah sumber penyebaran Covid-19. Makanya yang di Jakarta, atau di kota yang sudah terinveksi Covid-19, ataupun yang di luar negeri, kalau bisa jangan mudik. Ditunda dulu mudiknya, nanti bareng-bareng mudiknya kalau situasi sudah bagus,” tambahnya.

Sebelumnya, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi telah melakukan survei terkait pendapat kepala desa terhadap pemudik. Dari survei itu sekitar 89 persen kepala desa menghendaki agar warga desa di perantauan untuk menunda mudik.

Abdul Halim berpendapat, data tersebut sejalan dengan kebijakan Presiden Joko Widodo yang menunda cuti bersama hari raya Idulfitri karena dampak Covid-19. Pemerintah berharap masyarakat dapat menunda mudik.

"Sekitar 89 persen kepala desa menghendaki agar warga desa yang sedang di rantau untuk menunda mudik, bukan melarang mudik tapi menunda mudik," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

desa Mudik Lebaran covid-19
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top