Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Diduga Keracunan, Gajah Mati di Aceh

Seekor gajah ditemukan menjadi bangkai di kawasan Ranto Peureulak, Aceh Timur. Bangkai satwa dilindungi tersebut ditemukan dalam keadaan utuh.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 April 2020  |  21:10 WIB
Kawanan gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) liar berada di kebun warga di Desa Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Minggu (10/2/2019). - ANTARA/Irwansyah Putra
Kawanan gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) liar berada di kebun warga di Desa Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Minggu (10/2/2019). - ANTARA/Irwansyah Putra

Bisnis.com, JAKARTA – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menyatakan gajah mati yang ditemukan di Aceh Timur beberapa waktu lalu diduga karena racun jenis insektisida.

"Dari hasil nekropsi dilakukan secara makroskopis atau tanpa mikroskop, kematian gajah diduga karena toksin atau racun," kata Kepala BKSDA Aceh Agus Arianto di Banda Aceh, Sabtu (18/4/2020).

Sebelumnya, seekor gajah ditemukan menjadi bangkai di kawasan Ranto Peureulak, Aceh Timur. Bangkai satwa dilindungi tersebut ditemukan dalam keadaan utuh.

Agus mengatakan tim BKSDA Aceh bersama pihak terkait lainnya sudah melakukan nekropsi atau otopsi bangkai gajah yang ditemukan di sekitar perkebunan sawit do Dusun Blang Gading, Gampong Seumanah Jaya.

Hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan kepolisian, kata Agus, ditemukan ada cairan merah dan bubuk terbungkus plastik yang tergantung di pohon.

"Di bawah gantungan plastik tersebut ditemukan kotak plastik berisi bubuk hitam diduga insektisida yang umum digunakan di bidang pertanian," kata Agus.

Sementara itu, hasil nekropsi ditemukannya perubahan warna isi lambung dan saluran pencernaan seperti kasus keracunan pada umumnya. Sedangkan secara fisik, tidak ditemukan kekerasan di tubuh gajah.

"Gajah mati tersebut berjenis kelamin betina, umur diperkirakan delapan hingga 10 tahun dengan berat badan sekitar satu ton. Gajah tersebut diperkirakan mati delapan hingga 10 hari lalu," tuturnya.

Agus menegaskan gajah sumatra merupakan satwa liar yang dilindungi. Satwa tersebut masuk spesies terancam kritis dan berisiko tinggi untuk punah di alam liar.

Oleh karena itu, BKSDA Aceh mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam khususnya satwa liar gajah sumatra dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitatnya.

"Kerusakan habitat gajah dapat menimbulkan konflik dengan manusia. Konflik ini bisa menimbulkan kerugian ekonomi dan korban jiwa bagi manusia maupun keberlangsungan hidup satwa dilindungi tersebut," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hutan gajah

Sumber : Antara

Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top