Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Trump Umumkan Pedoman 'Opening Up America Again', Apa Isinya?

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pedoman baru bagi negara-negara bagian untuk mencabut aturan pembatasan yang telah diberlakukan pada warga dan bisnis di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 17 April 2020  |  09:17 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam konferensi pers di Hotel JW Marriott, di Hanoi, Vietnam, Kamis (28/2/2019). - REUTERS/Jorge Silva
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam konferensi pers di Hotel JW Marriott, di Hanoi, Vietnam, Kamis (28/2/2019). - REUTERS/Jorge Silva

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pedoman baru bagi negara-negara bagian untuk mencabut aturan pembatasan yang telah diberlakukan pada warga dan bisnis di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Langkah ini diambil seiring dengan upaya Trump agar negara yang dipimpinnya itu dapat kembali fokus membangkitkan perekonomian yang rontok setelah warga Amerika mulai mengisolasi diri bulan lalu demi terhindari dari infeksi corona.

Praktik menjaga jarak sosial (social distancing) yang ketat tak hanya meredam penyebaran penyakit yang ditimbulkan virus tersebut tetapi juga memorakporandakan ekonomi, pilar utama dalam kampanye Trump untuk terpilih kembali sebagai presiden AS.

Meski demikian, protokol-protokol yang tertuang dalam judul 'Opening Up America Again' itu tidak menunjukkan kerangka waktu kapan negara-negara bagian harus mencabut pembatasan.

“Para gubernur akan diberdayakan untuk menyesuaikan pendekatan yang memenuhi beragam keadaan di masing-masing negara bagian,” ujar Trump dalam suatu konferensi pers pada Kamis malam (16/4/2020) waktu setempat, dikutip dari Market Watch.

Gedung Putih mengajukan sejumlah ketentuan bagi negara-negara bagian sebelum dapat melakukan pembukaan kembali secara bertahap. Di antaranya, negara-negara bagian membuktikan "lintasan penurunan" dalam hal kasus virus corona dan penyakit serupa flu selama dua pekan sebelum memulai proses sebanyak tiga fase untuk kembali ke kehidupan normal.

Kemudian, negara-negara bagian harus membuktikan penurunan jumlah kasus corona selama dua pekan lebih lanjut sebelum melanjutkan dari satu fase ke fase lain. Rebound dalam jumlah kasus dapat menyebabkan pemberlakuan kembali beberapa atau seluruh pembatasan.

“Sekolah, tempat penitipan anak (daycare), dan bar tidak boleh dibuka kembali sebelum fase dua, sementara restoran, bioskop dan tempat olahraga bisa dibuka pada fase satu jika mempraktikkan jaga jarak sosial (social distancing) yang ketat,” papar pedoman itu, dilansir dari Bloomberg.

Ketentuan dalam pedoman ini jelas berbanding terbalik dengan pernyataan Trump bahwa ia memiliki otoritas total untuk memerintahkan negara-negara bagian membuka kembali aktivitas perekonomian AS.

Pernyataan tersebut menyulut reaksi keras dari para gubernur, dengan Trump dipandang telah melampaui wewenang konstitusionalnya.

“Mereka tahu kapan waktunya untuk membuka [kembali perekonomian], dan kami tidak ingin menekan siapa pun. Saya tidak akan menekan gubernur mana pun untuk melakukannya,” ungkap Trump dalam suatu kesempatan di Gedung Putih.

Sebaliknya, pedoman tersebut menempatkan banyak tanggung jawab pada para gubernur untuk melakukan pemulihan dari Covid-19.

Negara-negara bagian diserukan untuk membangun tempat penyaringan dan pengujian yang aman dan efisien, memastikan pengawasan sentinel untuk penyakit ini, serta secara cepat dan mandiri memasok alat pelindung, peralatan medis, dan kapasitas rumah sakit untuk menangani lonjakan kasus.

Meski Trump telah didesak oleh para pemimpin bisnis dan anggota Kongres untuk memastikan ketersediaan pengujian untuk virus corona sebelum mencoba membuka kembali perekonomian AS, pedoman tersebut tidak membahas masalah itu.

Negara-negara bagian yang sudah bisa menunjukkan penurunan angka kasus dalam dua pekan mungkin dapat segera memasuki fase pertama pembukaan kembali.

Setelah dua pekan menurun, mereka mungkin bisa memasuki fase kedua, dan kemudian fase ketiga setelah dua pekan tambahan, dengan asumsi tidak mencatatkan kemunduran dalam perkembangan positif.

Dalam suatu konferensi jarak jauh pada Kamis (16/4/2020), Trump mengatakan kepada para gubernur bahwa beberapa negara bagian akan dapat dibuka kembali sebelum 1 Mei, ketika pedoman social distancing akan kedaluwarsa.

Dalam setiap fase, praktik social distancing dilonggarkan sampai pengusaha akhirnya dapat melanjutkan 'kepegawaian tak terbatas', menurut pedoman tersebut.

Pedoman ini merekomendasikan pengusaha mengembangkan dan menerapkan praktik-praktik jarak social distancing, pemeriksaan suhu di tempat kerja, pengujian virus, serta peningkatan sanitasi dan penggunaan disinfeksi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi as Donald Trump
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top