Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tuai Kontroversi, Inilah Perusahaan Milik Staf Khusus Jokowi

Salah satu Staf Khusus Milenial Presiden, Andi Taufan Garuda Putra menjadi perhatian karena mengirimkan surat dengan kop Sekretariat Kabinet kepada perangkat desa.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 16 April 2020  |  09:34 WIB
Tuai Kontroversi, Inilah Perusahaan Milik Staf Khusus Jokowi
Presiden Joko Widodo memperkenalkan tujuh orang staf khusus. / Amanda Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah Staf Khusus Presiden menjadi sorotan berbagai pihak karena dinilai rentan konflik kepentingan.

Salah satu Staf Khusus Milenial Presiden, Andi Taufan Garuda Putra menjadi perhatian karena mengirimkan surat dengan kop Sekretariat Kabinet kepada perangkat desa. Surat tersebut dikirimkan guna mendukung program yang dijalankan perusahaannya yang bekerja sama dengan pemerintah.

Sikap Andi menuai kritik keras berbagai kalangan, termasuk Indonesia Corruption Watch (ICW), meski pada akhirnya Taufan meminta maaf dan menarik kembali surat itu.

Staf Khusus lain yang turut menjadi sorotan adalah Adamas Belva Syah Devara. Belva yang juga merupakan Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Co-Founder perusahaan rintisan dan aplikasi Ruangguru.com itu ikut terjerat dalam kontroversi setelah perusahaannya terpilih menjadi salah satu partner dalam program Kartu Prakerja.

Ketua Umum Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas menilai penunjukan vendor digital pada program Kartu Prakerja sarat dengan nepotisme. Pasalnya, keterlibatan Ruangguru.com yang dimiliki Belva akan memicu konflik kepentingan.

Tidak hanya Belva dan Taufan, beberapa Staf Khusus Presiden tersebut juga memiliki perusahaan. Berikut adalah daftarnya:

Andi Taufan Garuda Putra

Taufan mendirikan perusahaan teknologi finansial (financial technology/fintech) berbasis peer-to-peer lending bernama PT Amartha Mikro Fintek atau Amartha pada April 2010 lalu.

Dilansir dari laman resmi Amartha, perusahaan ini berdiri sebagai microfinance yang bermisi menghubungkan pelaku usaha mikro dengan pemodal secara online.

Adamas Belva Syah Devara

Belva adalah alumnus Harvard University dan Stanford University. Tahun 2017, ia terpilih sebagai salah satu dari 30 pengusaha muda paling berpengaruh di Asia versi Forbes Magazine.

Bersama dengan Muhammad Iman Usman, ia mendirikan perusahaan rintisan berbasis pendidikan bernama Ruangguru pada 2014. Pada November 2019 lalu, Belva resmi diangkat menjadi salah satu dari tujuh Staf Khusus Milenial Presiden.

Putri Indahsari Tanjung

Anak pengusaha Chairul Tanjung berusia 23 tahun ini memiliki beberapa agensi. Lulusan Academy of Arts, San Francisco, AS ini mendirikan Creativepreneur Event Creator yang bergerak di bidang event organizer dan saat ini juga menjabat sebagai CEO perusahaan tersebut.

Selain itu, Putri juga memiliki posisi sebagai Chief Business Officer dari Kreavi, yakni platform yang mewadahi 55 ribu artis dan seniman.

Angkie Yudistia

Wanita kelahiran 5 Juni 1987 itu merupakan pendiri Thisable Enterprise pada 2011. Perusahaan ini bergerak di bidang pemberdayaan kaum penyandang disabilitas di Indonesia.

Thisable Enterprise kini telah berkembang menjadi sebuah grup yang membawahi Thisable foundation, Thisable Recruitment, serta Thisable Digital. Melalui perusahaan-perusahaan tersebut, Angkie menyediakan pelatihan bagi penderita disabilitas agar dapat bekerja secara profesional.

Adapun tiga Staf Khusus Presiden lainnya, yakni Ayu Kartika Dewi, Gracia Billy Yosaphat Membrasar, dan Aminuddin Ma\'ruf merupakan aktivis di bidangnya masing-masing.

Ayu adalah pencetus program Seribu Anak Bangsa Merantau untuk Kembali (SabangMerauke). Ia juga aktif mengkampanyekan nilai toleransi dan keberagaman.

Sedangkan Billy merupakan putra Papua yang fokus mengurus \"Kitong Bisa\", yayasan yang menangani persoalan pendidikan anak-anak Papua.

Aminuddin adalah alumni Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Setelah meraih gelar sarjana ekonomi, Aminuddin melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Trisakti.

Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) periode 2014-2016. Aminuddin juga sempat menjabat sebagai sekretaris jenderal Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Staf Khusus Presiden Jokowi
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top