Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IMF Ramalkan Ekonomi Indonesia Hanya Naik 0,5 Persen, Ini Proyeksi Lainnya

Emerging Asia diproyeksikan menjadi satu-satunya wilayah dengan tingkat pertumbuhan positif pada tahun 2020 sebesar 1,0 persen, 5 poin persentase di bawah rata-rata pada dekade sebelumnya.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 15 April 2020  |  10:10 WIB
Presiden Bank Dunia David Malpass berbicara dalam sebuah konferensi pers dalam Spring Meetings of the World Bank Group and IMF di Washington, AS, Kamis (11/4/2019). - Reuters/James Lawler Duggan
Presiden Bank Dunia David Malpass berbicara dalam sebuah konferensi pers dalam Spring Meetings of the World Bank Group and IMF di Washington, AS, Kamis (11/4/2019). - Reuters/James Lawler Duggan

Bisnis.com, JAKARTA - International Monetary Fund (IMF) dalam laporan World Economic Outolook, memperkirakan pertumbuhan ekonomi sejumlah negara di Asia akan mengalami penurunan signifikan tahun ini seiring dengan krisis akibat virus Corona.

Indonesia diprediksi hanya tumbuh 0,5 persen akibat aktivitas ekonomi yang tertekan karena pandemi virus Corona. Negara Asia lainnya, seperti India diperkirakan tumbuh 1,9 persen. Sementara itu, Thailand akan mengalami kontraksi besar hingga -6,7 persen.

Namun, regional Emerging Asia diproyeksikan menjadi satu-satunya wilayah dengan tingkat pertumbuhan positif pada tahun 2020 sebesar 1,0 persen, 5 persentase poin di bawah rata-rata pertumbuhan pada dekade sebelumnya.

Indikator ekonomi China seperti produksi industri, penjualan ritel, dan investasi aset tetap menunjukkan kontraksi dalam kegiatan ekonomi pada kuartal pertama bisa sekitar 8 persen secara tahunan.

"Wilayah lain diproyeksikan mengalami perlambatan parah atau kontraksi langsung dalam kegiatan ekonomi, termasuk Amerika Latin (-5,2 persen) - dengan perkiraan pertumbuhan Brasil di -5,3 persen dan Meksiko di -6,6 persen," tulis ekonom IMF dalam laporannya, dilansir Selasa malam (15/4/2020).

Kontraksi juga diperkirakan terjadi di Eropa (–5,2 persen), Rusia (–5,5 persen), Timur Tengah dan Asia Tengah (–2,8 persen), dengan perkiraan pertumbuhan Arab Saudi pada –2,3 persen.

Dalam laporannya, IMF memprediksikan "Great Lockdown" akan menjadi peristiwa resesi terparah sejak Depresi Besar. Organisasi internasional itu juga memperingatkan bahwa kontraksi dan pemulihan ekonomi dunia akan mengarah ke skenario terburuk dari yang diperkirakan jika virus Corona bertahan lama atau kembali mencuat.

Namun, pertumbuhan global diperkirakan akan pulih ke 5,8 persen pada 2021, mencerminkan normalisasi kegiatan ekonomi dari tingkat yang sangat rendah. Tahun depan, kelompok ekonomi maju diperkirakan tumbuh 4,5 persen, sementara pertumbuhan untuk pasar negara berkembang dan kelompok ekonomi berkembang diperkirakan 6,6 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi global indonesia imf
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top