Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Likuiditas Seret di Tengah Corona, Bandara Hong Kong Cari Pinjaman US$2,6 Miliar

Pinjaman yang dijajaki adalah fasilitas pendanaan dengan tenor lima tahun dengan margin bunga 72 basis poin di atas suku bunga acuan dan tingkat tertinggi bunganya mencapai 82 basis poin.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 09 April 2020  |  09:49 WIB
Bandar udara internasional Hong Kong -  Bloomberg
Bandar udara internasional Hong Kong - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Bandara Hong Kong tengah menjajaki pinjaman bank senilai HK$20 miliar atau sekitar US$2,6 miliar untuk mendanai proyek landasan pacu ketiga.

Adapun, pinjaman yang dijajaki adalah fasilitas pendanaan dengan tenor lima tahun dengan margin bunga 72 basis poin di atas suku bunga acuan dan tingkat tertinggi bunganya mencapai 82 basis poin.

Juru bicara Otoritas Bandara Hong Kong mengungkapkan bahwa manajemen menghadapi penurunan pendapatan yang signifikan karena lalu lintas menurun sehingga pihaknya akan mencari pendanaan dalam satu atau dua bulan ke depan.

Pendanaan ini diperlukan untuk mempertahankan likuiditas untuk mendanai operasi bandara dan proyek-proyek modal yang berkomitmen.

Dilansir Bloomberg, pinjaman yang disasar otoritas bandara ini juga akan digunakan untuk membiayai paket bantuan baru hingga HK$2 miliar untuk mengurangi tekanan likuiditas bagi maskapai penerbangan dan operator layanan dukungan penerbangan.

Penggalangan dana itu terjadi ketika lalu lintas udara turun setelah pandemi virus Corona.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara pinjaman hong kong

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top